Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK



SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Tuesday, June 07, 2005

Mama... Maafkan Aku....

Aku mulai belajar untuk tertawa hari ini, bukan karena aku dulu tak bisa tertawa, mungkin tawaku yang lalu merupakan sebuah kegalauan dan ketidakdewasaan dalam menyingkapi sesuatu.
Apakah yang aku cari, itu pun aku masih terus mencari, apa yang ingin aku gapai, aku masih terus mencoba mengulurkan tangan untuk meraih yang aku inginkan. Wahai mentari terima kasih hari ini terikmu begitu menyejukkanku, menemani tawa indahku, kedewasaanku dan ketidakpedulianku. Aku yang memiliki sikap paling egois, paling tak mau di dikte kini aku ingin tetap seperti itu. Aku ingin seperti layaknya aku. Jika aku ingin terbang, masih ingin terus berkelana apakah itu salah ?

Hampa itu datang lagi, tapi aku mendapatkan siraman sebuah air kesejukan dari seorang ibu yang ketika aku bicara dengannya, semua masalah seakan terpecahkan. Semua kekecewaan, kegalauan yang aku punya beliau seakan menyingkap tirai yang menutupi semua pandanganku untuk bisa terus menjalani hidup. Kala air mataku menjadi teman sejatiku, kini beliau menjadi sahabat terindahku, memposisikan dirinya sebagai manusia seusiaku, menyingkapi semua dengan kacamata manusia seumurku.

Mama yang seakan tiada penat untuk terus mengulurkan tangan ketika aku terjatuh dan tanpa henti memberikan aku senyum kala aku murung dalam kegilaan yang aku buat sendiri, yang selalu memberi doa dengan tangisannya untuk memberi taman yang selalu subur untuk terusan jalanku. Andai aku bisa membalas itu semua, terkadang aku bahkan seakan tak mau mengerti atau bahkan tidak mau tahu, aku menurutkan emosiku yang akhirnya aku pun kembali kepelukan Mama untuk menangis. Bukan ke seseorang yang mungkin menjadi pangeran hidupku.

Mama maafkan aku buat satu goresan lagi dihatimu, kala pilihanku menjadi pertanyaanmu......
Mama.... kenapa aku selalu salah ketika aku mulai berjalan
Mama.... jangan menyesali jalanku
Mama.... biar aku terus merenung
Mama.... jangan benci aku kala aku membuat kecewa kepercayaanmu

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot