Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK



SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Monday, September 05, 2005

Belajar Cinta... bukan dari sebuah kecemburuan

Aku semakin menyadari sebuah ketololan yang tiada guna yang telah aku buat sendiri, sebuah duri yang aku biarkan tumbuh semakin membuat ruang di hatiku berisikan tumbuhan paling membuat perih itu, entah sampai kapan aku akan bisa membersihkannya. Aku lelah untuk menangis dan aku lelah untuk terus menjadi sebuah bayangan. Seperti yang aku lantunkan kepada Sahabatku sabtu lalu.

“Ada saatnya gue lelah untuk mencoba jalan ini, dan aku bukannya mundur karena takut, gue akan terus melampauinya dengan cara yang berbeda, dan Allah-pun selalu baik ke gue, dan gue yakin dia akan memberikan yang terbaik untuk gue.” Dengan lantang aku berbicara seperti itu kepadanya, karena ia pun sudah bosan dengan ucapanku tentang….

“Your Dreamy Man…!!!”
“Jika gue adalah dia, gue akan membaca signal-signal itu, tapi gue yakin dia sudah mengetahuinya.” Jawabnya mencoba menghibur. “Tapi kalau boleh jujur, bersama siapapun lo nantinya akan berbagi, gue pasti cemburu.”

“UPS !!!” Sahutku. “You Have a girlfriend who loves you a lot.”

“Itulah, gue nyaman bersama lo, dan gue tau lo gak akan bisa terima gue. The Dream Guy always in your head, dan gue terjebak dalam cinta yang sebenarnya ingin gue lepaskan.”

“Berani bertaruh, kalau lo sebenarnya juga sangat mencintainya.” Aku berdehem keras. “Jika tidak kenapa lo khawatir banget ketika dia begitu marah karena dia tahu lo sering menelpon gue dan lo gak pernah menolak telp dari gue. Lo minta bantuin gue untuk menjelaskan kepada dia. Bagi gue itu bukti paling cukup bahwa you love her. Maybs you love me… but you love her too. Lo gak mungkin mendapatkan keduanya, dan gue gak mungkin merusak hubungan persahabatan kita dengan sebuah rasa persahabatan yang berubah menjadi cinta. Karena bagi gue lo selalu jadi sahabat gue, kemaren, sekarang dan esok. Ya gak ?”

“Gue tahu, dan gue berharap lo bisa mendapatkan yang terbaik.”

“Teruslah berdoa untuk gue, seperti doa-doa yang selalu kita panjatkan untuk kita, persahabatan kita.” Kemudian kita tertawa hebat karena kata-kata kami berdua bagai lantuan puisi cinta paling BULLSHIT di dunia.

“Tembak aja.” Dia selalu menganjurkan itu, seperti halnya My Dream Guy says. He never knew that I love him a lot.

“His my True Love.” Aku selalu berujar seperti itu, dan sahabatku itu pasti menyelanya dengan…

“Mencoba merengkuh angin Nof, sampai lelah lo melompat lo gak akan mendapatkannya.”

“Dan aku mulai lelah….” Bukan lelah untuk mencintai, aku tahu ini sejati dan tak akan berubah hingga jaman mungkin berakhir, tapi aku lelah untuk berharap, lelah menjadi sebuah boneka dengan alur cerita yang sudah dibuat dengan sempurna hingga aku merupakan aktris pembantu yang selalu terpojok, tak pernah terlihat, tak ada harga, tetap menjadi baris drama yang sebetulnya membuat aku semakin perih.

“Sebenarnya mungkin dia sudah mulai mengetahuinya…”

“Dan itu merupakan ketakutan terbesar gue, karena jika tahu kalau gue suka sama dia, cinta sama dia. Oh My God…. Itu merupakan mimpi buruk !!” Aku menutup mata mencoba menghempas sebuah kenyataan yang mungkin saja terjadi.

“Kenapa ?, bukannya lo harusnya seneng. Nof…. Selama janur kuning belom melengkung di depan rumahnya…. Masih banyak kesempatan kan ???”

“Gak, bisa aja dia menjauhi gue, yang sebenarnya gue tak ingin merebut dia dari kekasihnya, tak ingin mendapatkan dia untuk keegoisan gue sendiri, tapi gue ingin dia selalu bisa ada bersama di hari-hari gue yang sepi karena gue suka itu, dari dulu walaupun gue tahu gue bagai merengkuh angin… Kalau dia tahu, dia bisa aja menjauhi gue itu merupakan kiamat untuk gue. Biarkan ini menjadi rahasia gue selamanya….”

“Tapi dengan sikap lo seperti ini, you never have a boyfriend.”

“I will… I will…. But not today… Gue mau membersihkan hati gue dari tumbuhan berduri, dan ketika hati gue itu kembali bersih, I have a new heart to someone there…”

“It can be me ??”

“I don’t think so.” Aku terkekeh dan ia tampak kecewa dengan perkataanku. “Cobalah untuk setia…”

“Sok Krisdayanti deh lo.”

“Ya kenapa gak seh, kalau gue terima pun lo pasti berpikir 10.000 kali karena lo udah jatuh omongan untuk menikahi dia, bukan hanya kepada dia, tapi juga orang tuanya.”

“Tapi kalau dia gak berubah juga, bete juga kan. Cemburuan, ngambek, marah-marah gak jelas, bikin cape.”

“Kedewasaan muncul karena masalah yang semakin banyak, dia akan semakin bijak menanggapi semua masalah hatinya jika lo biarkan dia untuk berfikir, bukan membiarkan emosi sebagai pemeran utama dalam hubungan, jika dia marah, lo bisa bujuk, kalau gak bisa lo diemin aja, gue yakin bangsa satu hari dia juga minta baikan lagi, karena yang main itu hati. Hati gak bisa berbohong walaupun lo kadang benci sama dia.”

“bener juga.”

“Gue cewe, dan gue tau penyakitnya cewe.”

“Tapi biasanya lo ego paling gede yang peneh gue kenal, okeh lo cewe, but kalau prinsip lo sumpah gue gak bisa imbangin, dan itulah yang menjadikan gue harus berfikir lagi untuk menjadikan lo pacar gue karena lo gak bisa diatur, lo independent girl, punya prinsip kuat yang gue gak pernah nyangka kalau lo akan seperti ini, padahal gue kenal lo dari kita sama-sama di kampus.”

“Masalah membuat orang dewasa, dan hey… masalah gue dengan cowo udah sangat cukup membuat otak gue berfikir keras. Dan itu menjadikan gue untuk membukukannya sehingga gue bisa pelajari lagi suatu waktu.” Aku terkekeh kembali. “Kalau gue gak mau diatur, karena gue gak suka mengatur.”

“Hubungan perlu itu.”

“Bagi gue gak, jika kita sudah dewasa kita tak akan perlu mengatur atau diatur, jika kita masih anak-anak mungkin kita masih bisa dijadikan boneka untuk dibentuk dan PACAR hanya bumbu untuk sebuah perjalanan. PASANGAN HIDUP adalah rumah tempat kita membuat bumbu cinta itu lebih indah. Wah gue ngomong asal lagi.” Dia disana kemudian terkikik sendiri. “Jika kita sudah biasa diatur maka kita akan menjadi sebuah sungai yang alurnya tak bisa kita tentukan sendiri dan suatu waktu sungai itu bisa menimbulkan BAH…. Itu yang gak gue mau, dan jika kita terbiasa mengatur maka kita menyakiti seseorang yang sebenarnya kita cintai. Bagi gue tiada aturan, tapi pengertian, sebuah kepercayaan dan sebuah nasehat. Itu cukup dan gue gak tau adakah yang bisa terima itu ??”

“Bagi gue gak, dan cowo-cowo yang lain mungkin juga gak, karena biasanya cowo ingin cewenya nurut sama dia.”

“You’re Not GOD. Yang mengatur itu Tuhan, selamanya hanya dia.”

“Mungkin lo udah cape untuk terus di atur.”

“Salah satunya.” Sahutku cepat

“Dan itu buat gue semakin mencintai cewe gue karena dia bisa gue atur.” Katanya sambil tertawa.

“GOTCHA…. Akhirnya lo bilang cinta dia juga melebihi cinta lo ke gue.” Aku mendehem sambil membetulkan gagang telp. “I Like when you say that.”

“I don’t say that I love her more than you.”

“Maybs Pal, tapi tersirat tuh dari kata-kata lo yang tadi.”

“Saran gue dari pada lo sakit mikirin YOUR DREAMY MAN… mikirin gue aja.” Sarannya yang semakin gila membuat aku hampir meloncat dari tempat dudukku.

“Gedubraks !!, gak salah mas ??? HAHHAHAHA….. mikirin dia aja udah cape, mikirin lo bisa di gorok sama cewe lo.”

“Gue juga binggung dia cemburu banget sama lo.”

“Jika gue adalah dia, gue akan melakukan hal yang sama, karena itulah bukti cinta, tapi sebenarnya menurut Nabi cinta tak boleh ada cemburu karena cemburu adalah sifat untuk memiliki padahal yang berhak untuk memiliki hanya Maha Memiliki yaitu Allah… Ya Gak ??”

“Iya deh, Bu Ustad.”

HAHAHAHHAHAHAHA kami tertawa hingga puas, aku pasti menelponnya setiap hari sabtu jika aku punya cukup waktu untuk menelpon sahabat yang selalu mendengarkan keluhanku, Dia akan selalu menjadi sahabatku sampai kapanpun jua, dan Pal thanks untuk mendengarkan curhatan gue lagi…. Dan gue tau lo akan bisa untuk melupakan gue jika lo berhasil membuat kedewasaan didirinya, karena sebenarnya lo gak mencintai gue seutuhnya seperti lo mencintai kekasih lo. Yang lo cintai dari gue adalah cara pandang gue. :D Sorry Pal…

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot