Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK



SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Wednesday, September 27, 2006

Puisi Untukku, Teman kadang bisa mengerti kita lebih utuh

Tengah malam tadi aku berbincang dengan seorang teman yang sedang berada di Jepang dan dia menebak auraku, padahal dia belum pernah bertemu denganku, dan yang paling hebatnya dia seorang tuna netra... Amazing...

Sekelumit tentang obrolan kami tadi :
Fr : Pink is your aura
Me : artinya apa tuh, kalau aku emang suka warna pink
Fr: Sifat dasarmu adalah luwes dan mudah berkomunikasi meskipun hal tersebut belum tentu muncul dalam kontak langsung. Kamu juga memiliki kecerdasan intelektual yang di atas rata-rata, dalam hal ini sebagai wanita.
Fr: Yang menjadi potensi disini adalah ketekunanmu dalam bekerja, fokus pada tujuan yang diinginkan.
Fr: So, mau lanjut? Menurutmu?
Me : lanjut
Me : kalau aku memang agak mudah berkomunikasi tetapi rata2 bukan ketika ketemuan, asiknya kadang di telp atau di chat, kalau ketemuan, kalau bukan kenalan lama, gak banyak bicara
Fr: Kamu menyukai sesuatu yang...indah, tapi bukan murni indah, melainkan keindahan yang dipoles dengan seni. Misalnya film atau animasi. Hal-hal tersebut yang cenderung membangun kekreatifanmu.
Me : ih kok tau banget seh
Me : ... peramal yah...
Me : itu aku banget loch...
Fr: Sayangnya, terkadang ada sebuah ketakutan (meskipun jarang muncul) yang tersembunyi di dalam hatimu untuk membuka diri -- atau menerima sebuah tawaran yang sifatnya ekstrim.
Fr: Menerima pernyataan cinta seseorang misalnya.
Fr: Karena bekerja di lingkungan yang berbau teknologi kerap membangun kecerdasanmu. Terkadang ada kebalikannya dengan rasa takutmu itu, kamu menjadi sangat terbuka terhadap perubahan, dan manakala ada yang betul-betul "sehati" denganmu, maka undangan itu akan kamu buat tanpa perlu perwujudan.
Fr: Tentu saja dalam pekerjaan ini, mind developing and writing skill kamu sangat berkembang, beberapa tingkat di atas rata-rata gadis yang mungkin sering mendapat peringkat pertama di SD/SMP/SMA, tapi hanya berakhir menjadi ibu rumah tangga.
Me : ih kok tau banget seh
Fr: So, lanjut? Bgm menurutmu?
Me : emang bener banget... sekarang takut pacaran... ibuku sampai binggung
Me : padahal usia katanya sudah matang untuk menikah... banyak ketakutan untuk mengikat hubungan, bukan takut berumah tangga tapi setidaknya takut gak jadi di pelaminan...
Fr: Aku sudah lama mempelajari tentang Aura (tentu saja berkaitan dengan agama dan selalu berusaha mengkaitkannya). Karna aku percaya itu ilmu Allah, salah satu bukti bahwa Allah tahu isi hati manusia. Salah satu buktinya diturunkan lewat setetes ilmu itu.
Fr: Wanna have some advice?
Me : yup,
Me: nasehatnya apa, seneng banget malah
Fr: "Jangan pernah takut mencoba," itu yang terpenting non
Fr: Aku ngerti banget ketakutanmu itu.
Fr: Hmmm, mungkin kamu nggak pernah ngebayangin...jadi aku?
Fr: Coba tutup matamu dua2nya, keluar dan berdiri di pinggir jalan raya. Apa yang kamu rasakan? Takut? Lalu kamu akan tetap diam berdiri disana?
Me: pernah ngebayangin kok. pasti binggung...
Me: takut banget
Fr: So, that's the choice I have to take.
Fr: Kalo aku mau terus hidup, aku harus ambil keputusan, mencoba menyeberangi jalan itu.
Fr: Keserempet dan luka2, itu namanya resiko.
Fr: Tapi waktu aku sampai seberang nanti, aku bisa dengan bangganya bilang, "I made it!"
Fr: ...dan aku bisa berkaca dari pengalamanku, gimana cara terbaik untuk nyeberang, and I can tell the others what to do...
Me: ya kalau ambil resiko pastinya harus, tetapi jika harus mengalami luka yang sama lebih dari 3 kali atau bisa dikatakan belasan, itu menimbulkan tekanan bathin tersendiri
Me: sekarang berserah diri aja
Fr: That's all I can tell you, sweety. Kamu bisa aplikasikan ke dalam hidupmu. Nyeberang itu hal kecil buat orang berpenglihatan, tapi tidak buatku. Tapi aku nggak punya pilihan lain selain mencoba. Karena semakin kamu terluka dan gagal, kamu akan semakin tau gimana caranya mengatasi kegagalan itu.
Fr: Aku sekarang contohnya, alhamdulillah kalau nyeberang sudah OK, karena pakai tongkat dan pasang telinga dulu kalau mau nyeberang...
Fr: Percaya aku
Fr: Kamu tertekan karena kamu nggak pernah mau belajar (mungkin)
Fr: Contohnya, aku akan tertekan dan bilang "aduh, aku ini emang nggak becus nyeberang kali ya? mobil2nya terlalu jahat!"
Fr: The next step is...TECHNIQUE, sweety...TECHNIQUE!
Fr: Teknik yang kamu butuhkan untuk belajar dari kegagalanmu
Fr: Misalnya, pasang harga tinggi buat cowok, or else
Me: mungkin lebih dinyatakan tidak ingin belajar lagi, karena tau sakitnya apa, kalau temen aku bilang aku orang yang suka cari aman
Me: mungkin benar kata mereka...
Fr: Hmmm, so let's look for another way... I can help you...
Fr: Sekarang, maukah kamu jawab?
Fr: Do you prefer safety more than a husband?
Me: dalam hal apa dulu tepatnya
Me: keamanan diri disini banyak jurusannya, sekarang menjurus kemana dulu
Fr: Secara umum saja; pokoknya kamu tak ingin terluka lagi
Me: yup
Fr: Hmmm, well well well well........ *big smile*
Fr: Menarik!
Me: apnya yang menarik
Me: setidaknya aku bukan mencari yang sempurna, tetapi orang yang bisa mengobati semuanya... salah yah
Fr: Yea...! *big smile*
Fr: So, disini jelas bahwa hatimu sebenarnya menghendaki pilihan kedua, dengan luka yang sekecil-kecilnya...
Fr: He will come, do not worry...
Fr: Aku yakin itu
Fr: Menurutku kamu bisa mencobanya sekali lagi, tapi kali ini kamu nggak bisa sendiri. Kamu butuh pendamping (bukan pihak ketiga, bukan pasangan, tapi penasehat) yang bisa berdiskusi setiap saat untuk mengambil keputusan.
Me: itu yang susah
Fr: I see...
Me: kadang orang yang kita jadikan tempat berbagi
Fr: Btw, mungkin ada baiknya sekitar 1 atau 2 bulan kamu tidak memikirkan hal ini
Fr: Kalau perlu off untuk liburan, kalau ada waktu
Fr: Itu bagus sekali lho
Me: belum tentu menjadi tempat yang baik untuk memberi nasehat
Me: aku udah off 1,5 bulan dari kerjaan... coba relax dirumah, malah bikin kepala mau pecah hihihihih
Fr: Jangan di rumah non
Fr: Coba keluar
Fr: Hmmm, maybe it will be nice if we can talk one on one
Me: hemmm... nah itu aku paling sulit kalau komunikasi dengan orang jika sudah bertemu, tidak akan sulit jika gayanya sama denganku, atau ada topik yang mungkin bikin aku banyak bicara, tapi kalau orang yang aku temui gak asik, diam seribu bahasa, kebanyakan begitu...
Fr: Hohohwuoooo!!!!!
Fr: Tanggung perutmu bakal jadi milkshake kalo ketemu aku!
Me: hahahhaha wah im waiting for that time
Fr: Good!
Fr: Btw peswtku balik ke jkt besok sore
Fr: Let's arrange something
Fr: Oh, aku lupa bilang sesuatu ttg kamu
Fr: Terkadang, kamu ingin menjadi seorang "gadis kecil"
Me: kok tau
Me: dan secara tidak sadar menjadi anak kecil
Fr: Your aura tells me everything, honey
Me: padahal belum pernah ketemu
Me: seakan2 kamu itu udah kenal aku dari dulu, hebat
Me: sejelas itukah diriku... berarti aku bukan orang yang misterius yah
Fr: Jelas, karena kamu tertangkap mata batinku dik
Fr: Kan mataku nggak melihat, jadi ini gantinya
Me: haiya...
Me: kalau menurut kk neh, diriku sulit dipahami gak seh, atau aku ini kategori orang yang terlalu perfectionist, kadang ada yang bilang kalau co takut deket sama aku
Me: memang apa yang harus ditakutin?
Fr: Penilaian orang kan beda non
Fr: Tapi aku nggak takut kok?
Fr: Kalo menurutmu, aku ini gimana?
Me: aku gak bisa baca orang, yang aku tangkap, kamu memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki orang kebanyakan, kamu pintar, kreatif dan orangnya mau terus berjuang...
Fr: Makasih...
Fr: ...and one thing, kamu itu sebenarnya romantis lho?
Me: haiya.. romantis karena sering bikin puisi???
Fr: Coba lihat tulisan2/coretan2 yang kamu buat tiap kali kamu terluka?
Me: hehehehhehehehe...
Me: tapi sayang, Tuhan belum memberikan seseorang untuk tempatku menyebrang jalan bersama.. ... jadi romantisnya gak tersalurkan
Me: hahahhahahah
Fr: Tenang non, minta tolong pak polisi mengantarmu ke jembatan penyebrangan, hahahaha!
Me: hahhahaha ada2 aja
Fr: Huehehehehe
Me: hehehehee
Fr: Non, apa yang paling kamu suka? Ayo sebutin, tapi hanya 1 kata aja
Me: puisi
Fr: As I thought...
Fr: I've got one for you...
Fr: Aku tulis dari tadi selama kita chat
Me: apa?
Fr: "Surat Untuk Sang Belahan Jiwa"
Fr: Ini cuma sekedar puisi lho
Me: mau dong liat
Fr: Here goes:
Fr: ;Kepadamu, sang belahan jiwa...

Kutulis surat ini, ketika diriku merasa telah siap dan yakin untuk menyatakan bahwa engkaulah belahan jiwaku... Belahan jiwa, kata-kata indah tanda tautan hati yang mungkin bukanlah pemasti ikatan resmi atau jodoh. Namun, belahan jiwa, yang pernah membuatku merasakan semua rasa, yang pernah membuatku mengikut dirimu punya rasa... Kepadamu, kupersembahkan untaian kelasi tertulus dari lubuk hatiku yang paling dalam...

Ketika Allah menakdirkan kita bertemu, aku tak pernah menduga kalau aku akan merasai banyak bumbu-bumbu hidup darimu. Ada bahagia, derita, bahkan murka dan nista. Semua campur aduk jadi satu, berbaur dengan cerita dan peristiwa yang menjadi huruf-huruf perangkai kata dan kalimat dalam cerita kehidupanku.

Kau buat aku tersenyum, kau buat aku menangis. Kau buat aku gembira, kau buat aku putus asa. Kau buat aku mencintai, kau buat aku membenci. Entah yang mana yang menang, bahkan hingga saat aku menuliskan surat ini. Tapi yang jelas, aku masih dan akan tetap memujamu.

Aku dan hidupku... Mata gaib Allah tentu tahu kalau diriku ini penuh hina dan nista. Mengetahui hal itu, aku bertekad menjadi Aurora bagi semua orang, bercahaya demi siapa yang butuh pencerahan, meskipun diriku harus menahan derita dan siksa tanpa ada yang mengetahuinya. Aurora, laksana malaikat tanpa cacat cela, dipuja dan didamba setiap raga yang menginginkan peluk sandar penopang lemahnya nyawa. Namun, ketika aku bertemu denganmu, semua terkuak...

Aurora, yang tak lain hanyalah simbol kekuatan bagi orang lain, ternyata penuh dengan kegelapan dan kepekatan. Entah mengapa, aku seperti mendapat kekuatan untuk membuka kedok malaikatku di hadapanmu, melepas semua yang ingin kurasa dan ingin kukata. Ketika aku ingin mencinta, tak kuabaikan dirimu sedetik pun meski aku harus meregang satu-satunya nyawa tak bercadang. Ketika aku murka, tak segan pula aku merobek, mengoyak, dan mencabik dirimu, mungkin karena aku ingin menjajal apakah engkau adalah malaikat yang sesungguhnya.

Semua telah kita lewati, dan engkau tetap seperti engkau... Aku malu, kututupi wajah dan sekujur tubuhku yang hitam legam dengan pakaian malaikatku. Namun, aku merasa lega karena akhirnya aku terbebas dari belenggu itu, pakaian malaikat yang laksana sebuah kutuk untuk jiwa yang terhina. Aku, bebas...

Perlahan tapi pasti, aku mulai sembuh dan bersih. Kelembutan dan kasih sayangmu terus membasuh luka dan kesakitanku. Meski terkadang aku harus menahan sakit manakala aku "terpaksa" harus meneguk ramuan obat jiwa yang terasa "mematikan" bagiku, tapi aku tetap bertahan...

Terima kasih kusematkan pada namamu. Kini, aku merasa "lebih baik" dari sebelumnya. Setidaknya, aku dapat menikmati apa yang kupunya sekarang. Aku tak lagi harus berlindung di balik pakaian malaikatku, tapi hidup sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Meski hal itu harus mengorbankan kita berdua, aku bahagia...

Wahai belahan jiwa, kini aku yakin, kalau engkau memang belahan jiwa yang diturunkan Allah untukku. Aku tak tahu apakah nantinya jalan hidup kita akan bertemu, entahlah... Hanya satu harapku... Seandainya engkau bukanlah jodohku, semoga Allah mempersiapkan hati baru yang jauh lebih kuat untuk menggantikan milikku yang pastinya akan hancur. Namun, apabila aku memang pasangan hidupmu,akan kumohonkan hidup bahagia untukmu dan aku...

-Tinta Peri Merah-
--------------
Fr: So, gimana menurutmu?
Fr: Aku tadi buat selagi aku mendeteksi auramu

Puisi yang Indah, dan diteksimu tadi sangat benar... bahkan terlalu sempurna untuk dinyatakan SEMPURNA... :D Dan memang benar, teman kadang yang bisa mengerti kita lebih utuh

2 Comments:

At 4:27 PM, Anonymous Anonymous said...

keren puisinya..
boleh aku "kutip" untuk blogku?..pas banget!!
makasih yaaaaa...

 
At 4:29 PM, Anonymous Anonymous said...

keren puisinya..
boleh aku "kutip" untuk blogku?
pas banget euy..
makasih yaaa...

 

Post a Comment

<< Home

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot