Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK



SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Tuesday, February 06, 2007

Manusia Tega disaat musibah Banjir

Musibah banjir yang melanda JABODETABEK yang berlangsung dari hari jumat lalu, ternyata tidak semua orang merasa iba ataupun ikut membantu para korban banjir. Nah begitu juga denganku, selain jalan-jalan menuju kampus maupun kantor tergenang banjir, bahkan kampus pun sudah tergenang hingga selutut di halaman kampus.

Tapi siapa sangka DIREKTUR S2 yang bernama Prof.Dr. Santosa Mawarni ini tidak mempunyai cukup hati untuk meliburkan kampus, dan mengharuskan semua mahasiswanya untuk mengikuti UAS Analisa Regresi. Awalnya aku sudah telpon ke temanku, dia bilang tidak jalan karena ketua kelas sudah sampai ke kampus dan tidak ada orang di kampus, karena hpku lowbat, aku menghidupkannya pada malam seninnya, yang ternyata ada sms yang menyatakan UAS tetap di jalankan walaupun banjir dimana-mana, banyak yang tidak mengikutinya, sebenarnya ini tidak akan menjadi masalah jika saja bisa diadakan ujian susulan, tetapi ternyata ujian susulan akan di jalankan TAHUN DEPAN... Bikin geram, dan aku pun marah-marah.

"Gimana seh, jangan mentang-mentang rumahnya gak kebanjiran dia bisa gitu, atau mentang-mentang dia professor bisa seenak dengkulnya, gak ada toleransinya banget seh?"
"Gak tau tuh nof, padahal di depan rumah saya juga kebanjiran, saya tempuh aja pake ojek, muter-muter tukang ojeknya menghindari banjir, di kampus juga kebanjiran kok, tapi ya UAS tetep jalan."
"Kelewatan, dia emang dateng bu?"
"Dia dateng pagi seh, cuma kasih soal..."
"Ih, gak tanggung jawab banget, bagaimana bisa lewat tuh dia, atau jangan-jangan mobilnya itu mobil baja anti banjir lagi..."
"Rumahnya kayanya seh gak kebanjiran, makanya dia bisa ke kampus."
"Gimana gak bisa ke kampus gampang bu, rumahnya kan di khayangan..." Sahutku sebel plus kesel. AKu jadi tidak simpatik sama sekali. Memang dosen ini sudah aku prediksi tidak punya hati. Padahal dia baru saja pulang dari haji akhir januari kemarin. Tapi kayanya kepulangannya itu tidak membuatnya bisa lebih memahami manusia, menghilangkan keegoisan.

Aku langsung saja menelpon teman satu teamku, dan ternyata dia pun tidak datang ke kampus untuk ikut ujian karena rumahnya terendam banjir hingga sepinggang. Aku pun juga tercengang, dia pun sedikit emosi ketika mendengarnya, sampai-sampai ada keinginan untuk berhenti dari kuliah. Sebenarnya aku juga sudah banyak ditegur sama teman-teman sekelasku karena aku sering tidak masuk, karena aku sudah tidak menyukai suasana kuliah yang aku semakin rasakan diawal semester dua ini.
"Gak ada toleransinya banget seh, mentang-mentang yang kebanjiran dia gak bisa gitu dong."
"Aku kira minggu ini tidak akan diadakan ujian dulu, ya bisa diundurlah sampe minggu depan, tapi kaget juga pas dibilang jadi juga, apa dia gak mikir bahwa ada mahasiswanya yang terkena musibah"
"bener-bener"
"atau dia kira, rumah kita juga dikhayangan kaya dia, ANTI BANJIR..." Tambahku semakin naik darah.
"udah minggu depan kita ngomong aja rame-rame, ini kan musibah, bukan mau kita..." Ujar bu Maghdalena bijak.

Dan aku pun kemudian menjulukinya MANUSIA KEJAM, MANUSIA TAK BERPRIKEMANUSIAAN, MANUSIA YANG KEGIRANGAN DIANTARA PENDERITAAN ORANG LAIN... SEMOGA ALLAH MEMBALAS...

2 Comments:

At 12:50 PM, Anonymous Anonymous said...

Pernah memikirkan frase ini?
Blessing in disguise.
Every Dark Cloud has a silver lining.

Ada hikmah dalam segala sesuatu.

Misuh-misuh membawa anda ke mana?

Menyebutkan nama orang yang dimaksud, membawa anda ke mana? Ghibah kah itu?

Di kampus saya dulu, deadline administratif menyerahkan buku Tugas Akhir adalah sekian hari. Gagal melakukan itu, gagal mendapat gelar, silahkan mengulang. Sampai ada yang menuntut ke pengadilan. Dia gagal menyerahkan deliverables karena sakit. Ever think of it as a destiny? Dia berargumen: bukan keinginan saya, bahwa saya sakit. Ini keinginan Tuhan. Jawabannya: kalau begitu, ini keinginan Tuhan bahwa anda tidak mendapatkan gelar saat ini. The Rule is clear. The student know it from the first time. It is God will.

Ada hikmahnya... mungkin saat itu dia tidak tahu. Mungkin dia tidak tahu nanti juga... karena terlalu sombong merasa dia sangat berhak. Segala sesuatu adalah milik-Nya.

Ikhlas, adalah yg terbaik.

 
At 3:22 PM, Blogger Ahmad Zawawi said...

Benar kata pak rifki...

Hiasi kecantikan dengan hati bersih...


Biar tomboi tapi pemaaf...

Be a true moslemah...

Perbaikan diri menuju cinta Ilahi...

Salam kenal

 

Post a Comment

<< Home

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot