Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK


Favorite Links Blogroll Community Isengan Sebelumnya Archives
SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Tuesday, December 20, 2005

Aku masih punya jiwa, cinta dan mimpi yang indah

Ketika Mama bertanya, ada apa dengan diriku saat ada perbedaan yang membuatnya terkejut. Sebuah kedewasaan yang semakin muncul, sebuah kesabaran yang semakin membuat aku bukan seperti yang dilihatnya dulu.

"Kamu sekarang lebih dewasa, kesabaran kamu juga mulai tumbuh dan setidaknya sikapmu dengan orang lain lebih ramah dan membuat simpatik." Ujar Mama sambil terlungkup dan mengunyah pisang rebusnya.
"Hehehehehe..."
"Bagus kalau gitu, setidaknya kamu bisa membuat perubahaan yang berarti dan Mama senang liatnya. Kamu sekarang lebih bijak untuk setiap tindakan yang kamu ambil." Tambahnya sambil tersenyum.

Setelah itu aku menyetel film-film horor setidaknya untuk membuat suasana rumah agak scary dan itu gak berarti banyak, karena kita banyak tertawa melihat film tersebut. Dan dengan yakin Mama bilang.

"De Dipsy-nya di kamar Mama tuh, nanti kalau bobo nyariin lagi, kamu mah udah gede masih melukin boneka buluk itu." Ujar Mama tersenyum meledek.
"Pinkynya sayang untuk dipeluk2 bu, takut kotor tuh." Tambah Lies pembantuku,
"Aduh kok pada aneh seh, saya kan masih punya jiwa kewanitaan."
"Setidaknya benar apa yang kamu ucapkan, kamu punya jiwa, cinta dan mimpi yang indah." Tambah Mama dengan tawa meledak.
"Kenapa?"
"Agak aneh dengan semua ucapanmu yang kadang terlalu tinggi dan susah dicerna, setidaknya untuk orang awam." Tambahnya bijak.
Hemmm... aku berfikir lama.... dan "Setidaknya untuk sekarang aku berusaha untuk tidak salah memilih jalan, sahabat, teman dan kekasih."
"Semoga....." Gumamku dalam hati....

Monday, December 12, 2005

Ku tunggu kau mentari....

Sabtu lalu akhirnya berhasil pergi dengan si queen, anak paling heboh. Lucu, cute and than pastinya cantik. Usia dia lebih satu tahun di atas aku, aku berangkat menuju INDONESIAN BOOK FAIR yang super ramai. Hem bahkan sangat sangat dan sangat ramai, aku sendiri sampai pusing harus kemana? Suasana para pecinta buku dan rata-rata ikhwan dan akhwat yang mengunjung bahkan menyerbu counter-counter buku islam. Akhirnya aku ketemu juga dengan bapak satu itu, teman maya yang ingin aku comblangin dengan si queen. But dia itu cuma cengar-cengir kaya apa yah.... and pastinya pemalu abis.

Setelah milih-milih buku yang akhirnya ngincer buku "Shopaholic Ties The Knot" dan pesen "Harry Potter VI". Wah senangnya, dan pasti aku harus meluangkan sedikitnya 5-6 hari untuk baca itu. Kebayang dong kagetnya Mama ketika aku melahap abis buku HARRY POTTER 5 dengan waktu hampir lima hari saja, dan ditambah dengan ocehan, omelan, dan gerutu ketika membaca keluaran buku itu.

Ketika sedang asyik hunting mencari buku lagi, tiba-tiba saja handphoneku berbunyi dan dengan semangat mengangkatnya karena Cinta yang menelponku. Dan dia memberitahu bahwa
"Yank, aku hari ini harus ke singapur, boleh yah?" Gubraks... Kok jadi seh ke Singapurnya.
"Katanya gak jadi"
"Dikirim lagi dari sini dua orang untuk ambil materi." Hiks pengen nangis plus sebel tapi kerjaan kali ya udah, berbesar hati and berfikir positif, and its work.... aku gak ada pikiran macam-macem dan langsung ceria, bukan ceria karena dia mau pergi cuma ceria karena aku bisa ngatasi ke khawatiran aku yang gak perlu. Si Queen dengan antusias malah memberi dorongan agar aku nyantai abis.

Dan at last today he came back from singapur. Dan kiriman puisi minggu malam pengennya jadi penambah dia untuk tetap semangat dan secara implisit bilang "Aku menunggumu...." Tapi itu sms nyampenya hampir jam 9 pagi, basi seh??? tapi untung itu deretan puisi, coba kalau pertanyaan
"Cinta, kamu udah pulang? ati-ati yah kalau mau pulang" itu pasti jadi bahan tertawaan karena sebenarnya dia udah sampe rumah jam segitu. Hihihihihihihi...

ya Mentari selalu dari Timur kan terbitnya dan Timurku adalah mentariku.... Ku tunggu kau mentari.... dan aku selalu membuat semangat dalam setiap detikmu..... Cinta terus jadi mentari hatiku, tak akan terbenam di barat sana.... dan cinta jangan pernah buat semua komitment kita adalah ilusi... karena aku tak ingin berilusi....

Thursday, December 08, 2005

Salah Kaprah

Ternyata salah kaprah dengan semua yang terjadi, ia tak seperti yang kuduga, masih memegang janji yang ia buat, senang ketika bisa mendengarkan suaranya lagi.... suara yang lembut yang membuat tenang, kadang suara itu membuat api difikiranku tersiram dengan sejuknya. Harap ini tiada akhir, ingin mengabadikan semuanya dalam satu coretan maya dibuku besar dunia, mengisahkan sebuah cerita cinta dalam bejana Tuhan, setitik memang, pasir cinta kami mengisi cerita bumi, tapi setidaknya ada cerita untuk dibagikan, dikenang dan dipelihara.....

Semua orang bergembira ??? mungkin, tapi mungkin juga tidak, memiliki orang seperti cinta mungkin belum begitu aku mengerti, tapi aku belajar untuk itu..... Belajar untuk terus mencintainya.... Hari ini, esok, lusa, selamanya.... [:o< semoga....
Cinta, nanti kita buat web berdua.... (dasar tukang web).....

Wednesday, December 07, 2005

Menulis itu bagai sebuah rangkaian hati....

Ada kalanya sebuah tulisan menjadi sebuah lantunan maya kata hati, ingin terus menulis dengan sebuah kehikmatan yang aku buat. Menciptakan karya demi karya membuatku lebih merasa utuh. Kedewasaan terkadang dapat dilihat dari goretan-goretan semu, dan aku mencinta setiap goretan itu, ada helaan dari setiap keinginan terpendamku.

Ada sebuah perkataan yang buat aku mengerti makna hidup, ketika sosok bunda yang kucinta, memberikan wejangan manis untuk semua langkah yang kuambil, kebijaksanaannya membuat keputusan untuk setiap geraknya membuat aku sadar, bahwa aku belum apa-apa, aku masih anak ingusan yang masih perlu sebuah penopang, setengah dari dienku selalu dipertanyaan oleh Mama, kapan aku bisa mengakhiri kelajanganku... Sebuah tanya yang hanya Allah bisa jawab, dan keinginanku untuk meninggalkan semuanya, menanggalkan semua yang aku raih sekarang untuk sebuah cita yang belum tentu terlaksana, yaitu menjadi seorang penulis. Aku ingin bekerja di balik layar komputer, mengalirkan energi otak dengan jemari yang menari menterjemahkan setiap kalimat yang bernyanyi disana.

Sebuah tanya yang mungkin menjadi sesuatu yang menghantui Mama, dan beberapa sahabat mengapa ingin menjadi penulis, sebuah profesi tak tentu, seperti halnya kata Mama dulu ketika aku ingin menjadi seorang pelukis, "Mau makan apa kamu dengan mengandalkan lukisan, kamu bukan seorang pelukis yang menoreh sejarah." sebuah ungkapan yang betul kala itu, karena itu hanya mimpi yang tak bisa jadi nyata, tapi apakah semua mimpiku harus kandas dengan sebuah teror seni yang tak ada harapan. Aku yakin Allah akan membimbingku, dengan bulatnya aku kini mencoba semakin menggali semua yang ada didiriku, menjadikan aku sosok yang semakin baik, baik dan lebih baik.

Kadang aku sedih ketika melihat Mama ketika aku di Lampung beberapa hari yang lalu, ketika aku menggendong sepupuku yang berusia satu bulan, ketika dia tertidur di pelukkanku saat ia terus menangis dan gelisah ketika semua orang begitu antusias untuk menggendongnya. Saudara-saudaraku kaget ketika ia mau terdiam dipelukku dan kemudian tertidur, ada celetukan dari pamanku dengan sindiran yang halus, "Sudah pantas rupanya, gadis Mamak ni..." Mamak adalah sebutan untuk paman kecil, aku hanya tersenyum dan Mama menatapku, lalu berujar "Ingin punya cucu dari kamu De, tapi kapan kamu bisa mewujudkannya." Aku terdiam lalu menatap sepupuku yang dengan damai tertidur.

"Biar Allah yang menjawab...." Benar biarlah dia yang menjawab semua keinginan, harapan dan doa yang kupanjatkan, karena kutahu Ia tak pernah jauh dariku, dari setiap sendi kehidupanku dan selalu memberikan jawaban dari setiap pertanyaanku walau itu membutuhkan waktu dan seakan aku pun enggan untuk menunggu. Dan Cinta ku harap kamulah rumah penantianku selama ini. Cinta akan kupelihara semua kasihku untukmu, tak ingin membuatmu kecewa, tak ingin membuat sebuah kesalahan lagi, karena seperti yang aku ungkap untukmu U are my priceless.......

Untuk Mama.... kesabaran itu berbuah manis, dan biarlah aku bersabar untuk sebuah sari yang lebih manis, semakin manis untuk jalanku yang semakin sulit, ada sebuah akhir yang ingin kunantikan kala setengah dari dienku terlaksana..... memiliki seseorang yang bisa aku bagi.... aku beri sebuah kesempurnaan makna hidup....

Ancaman si Bozzy

Kinerja 45 hari memang tidak dipungkiri sangat tidak efektif, untuk mengerjakan internal web kantor dan internetnya sekaligus. Terlalu cepat untuk skala 4 orang dalam satu team. Team Develop yang dibina ini memang tak secanggih diperusahaan lain, tetapi keunikan dan kehandalan masing-masing membuat kita saling mengisi dan tentu saja sebagai orang IT langsung serabat-serobot kalau udah ada perintah tanpa memikirkan yang paling penting seperti si BOZZY bilang "BISNIS SISTEM" yang tidak kita telaah untuk membuat aplikasi.

Ketika rapat kemaren lumayan kaget ketika si BOZZY bilang "Gak selesai sampai January, Gaji kalian saya potong", mampus d.... (menangis tersedu-sedu) udah gaji kecil, dipotong pula padahal kita pegawai swasta. Ya udah d... sekarang work hard.... work... work.....

Pengen bobo dirumah seminggu... tanpa berfikir apapun... mikirin Cinta aja d.... Pasti lebih asik ketimbang mikirin pekerjaan yang semakin hari semakin buat kepala pusing.... Hiks... Hiks

Tuesday, December 06, 2005

Wah Pulang Kampung

Akhirnya pulang kampung juga jumat kemarin, itu karena Kakek meninggal di Lampung, Jumat pagi dengan sedikit lemas berangkat menuju rumah kakakku untuk mengantar pembantu ke sana. Dan ternyata kakak, kakak ipar dan keponakanku mau ikut serta ke Lampung. Agak berat juga apa lagi tahu Wahyu sedang sakit, pengen jenguk dia tentunya apalagi aku gak bisa bawa Pinky serta. Tapi selama disana komunikasi kami tetap lancar dan Alhamdulillah sekarang Wahyu sudah sehat. Senang ketika tau dia sudah mulai beraktifitas lagi.

Ketika disana, suasananya sangat berbeda dengan kota Jakarta, seluruh kampung mengenal Mama, bersalaman seperti layaknya orang lebaran. Pemandangan disana juga sudah mulai berbeda, pembangunan kota yang semakin maju. Senangnya bisa melihat laut lagi, sayang aku tak bisa mengabadikan semua itu karena aku tak membawa kamera atau apapun untuk mengabadikan semuanya. Senangnya bisa kembali ke Lampung ditemani dengan keponakan yang semakin bandel tapi ganteng itu.

Ada rasa sedih juga ketika sampai disana, tidak ada sosok Kakek yang selalu memberi lelucon yang membuat geli, Akh.... Semoga ia tenang disana..... Amin

Thursday, December 01, 2005

Hidup ini adalah sulaman dari hikmah dan syukur

Lega ??? Mungkin ini yang diharapkan semua orang, termasuk dia, aku bisa lega ketika semua yang tersimpan dalam setahun ini bisa keluar juga. Sedikit lega, ada tarikan nafas yang panjang yang terus berulang, mencoba mengeluarkan kesempitan di dada, mencoba mengeluarkan fungsi dirinya dari tempatnya. Mencoba membina sebuah langkah baru, menyulam mimpi baru dan berucap "Bismillah.... dengan Ridho Allah aku menjalani ini", semoga aku bisa menjadi sosok yang lebih baik untuk diriku, keluargaku, agamaku dan untuk Cintaku tentunya.

Mencoba memahami hubungan baru ini, berusaha berjalan seiiring dengan kedewasaan dan sebongkah kepercayaan. Ada keyakinan untuk menjalaninya, semoga ini adalah penantian terakhir, sebuah jalan terakhir cintaku yang teramat panjang, aku kini bagai seorang kontraktor, mencoba membangun sebuah istana cintaku dengan bahan2 yang menyebabkan ia tak terubuhkan. Mencoba merancang isinya, seindah mungkin untuk membuatnya nyaman bersamaku. Harap ini bukan lagi sebuah rumah yang berdiri tanpa semen, tanpa pelekat apapun untuk mengeratkan susunan2 rumah itu, atau rumah yang mudah hancur karena ribuan suara ataupun ketidaknyamanan dari pemiliknya untuk tinggal disana.

Akupun semakin mencintai Tuhan, dengan Dia tetap bersamaku, mencoba memberikan semua yang aku minta, walau kadang ada beberapa yang membuatku kecewa karena tidak terkabulkan. Tapi memang Tuhan tak pernah memanjakan umatnya, kini aku harus berdiri, mencoba menginjakkan kaki di bumi yang lain, beradaptasi disana, merasakan nikmatnya setiap jengkalnya dan mensyukuri karena aku bisa bersamanya. Perjalanan panjang ini buat aku makin berfikir logis, dewasa mungkin, tapi aku tak pernah melupakan bahwa dibalik proses ini aku memiliki Tuhan yang amat baik, Mama yang teramat manis, teman, sahabat dan kakak-kakak yang peduli padaku.

Berjuang untuk sebuah yang semu??? mungkin tak akan kulakukan, aku kini berjuang untuk sebuah kenyataan yang memberi sebuah jalan yang entah seperti apa, apakah itu sebuah karpet merah yang bisa membuatku merasa teristimewakan, atau sebuah jalan dengan liku hidup yang kucoba untuk dinikmati.... bersama doa suci untuk hidup yang merupakan sulaman dari himah dan syukur ini. "Hidup ini adalah sulaman dari hikmah dan syukur (ages)"

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot