Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK


Favorite Links Blogroll Community Isengan Sebelumnya Archives
SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Wednesday, September 27, 2006

Puisi Untukku, Teman kadang bisa mengerti kita lebih utuh

Tengah malam tadi aku berbincang dengan seorang teman yang sedang berada di Jepang dan dia menebak auraku, padahal dia belum pernah bertemu denganku, dan yang paling hebatnya dia seorang tuna netra... Amazing...

Sekelumit tentang obrolan kami tadi :
Fr : Pink is your aura
Me : artinya apa tuh, kalau aku emang suka warna pink
Fr: Sifat dasarmu adalah luwes dan mudah berkomunikasi meskipun hal tersebut belum tentu muncul dalam kontak langsung. Kamu juga memiliki kecerdasan intelektual yang di atas rata-rata, dalam hal ini sebagai wanita.
Fr: Yang menjadi potensi disini adalah ketekunanmu dalam bekerja, fokus pada tujuan yang diinginkan.
Fr: So, mau lanjut? Menurutmu?
Me : lanjut
Me : kalau aku memang agak mudah berkomunikasi tetapi rata2 bukan ketika ketemuan, asiknya kadang di telp atau di chat, kalau ketemuan, kalau bukan kenalan lama, gak banyak bicara
Fr: Kamu menyukai sesuatu yang...indah, tapi bukan murni indah, melainkan keindahan yang dipoles dengan seni. Misalnya film atau animasi. Hal-hal tersebut yang cenderung membangun kekreatifanmu.
Me : ih kok tau banget seh
Me : ... peramal yah...
Me : itu aku banget loch...
Fr: Sayangnya, terkadang ada sebuah ketakutan (meskipun jarang muncul) yang tersembunyi di dalam hatimu untuk membuka diri -- atau menerima sebuah tawaran yang sifatnya ekstrim.
Fr: Menerima pernyataan cinta seseorang misalnya.
Fr: Karena bekerja di lingkungan yang berbau teknologi kerap membangun kecerdasanmu. Terkadang ada kebalikannya dengan rasa takutmu itu, kamu menjadi sangat terbuka terhadap perubahan, dan manakala ada yang betul-betul "sehati" denganmu, maka undangan itu akan kamu buat tanpa perlu perwujudan.
Fr: Tentu saja dalam pekerjaan ini, mind developing and writing skill kamu sangat berkembang, beberapa tingkat di atas rata-rata gadis yang mungkin sering mendapat peringkat pertama di SD/SMP/SMA, tapi hanya berakhir menjadi ibu rumah tangga.
Me : ih kok tau banget seh
Fr: So, lanjut? Bgm menurutmu?
Me : emang bener banget... sekarang takut pacaran... ibuku sampai binggung
Me : padahal usia katanya sudah matang untuk menikah... banyak ketakutan untuk mengikat hubungan, bukan takut berumah tangga tapi setidaknya takut gak jadi di pelaminan...
Fr: Aku sudah lama mempelajari tentang Aura (tentu saja berkaitan dengan agama dan selalu berusaha mengkaitkannya). Karna aku percaya itu ilmu Allah, salah satu bukti bahwa Allah tahu isi hati manusia. Salah satu buktinya diturunkan lewat setetes ilmu itu.
Fr: Wanna have some advice?
Me : yup,
Me: nasehatnya apa, seneng banget malah
Fr: "Jangan pernah takut mencoba," itu yang terpenting non
Fr: Aku ngerti banget ketakutanmu itu.
Fr: Hmmm, mungkin kamu nggak pernah ngebayangin...jadi aku?
Fr: Coba tutup matamu dua2nya, keluar dan berdiri di pinggir jalan raya. Apa yang kamu rasakan? Takut? Lalu kamu akan tetap diam berdiri disana?
Me: pernah ngebayangin kok. pasti binggung...
Me: takut banget
Fr: So, that's the choice I have to take.
Fr: Kalo aku mau terus hidup, aku harus ambil keputusan, mencoba menyeberangi jalan itu.
Fr: Keserempet dan luka2, itu namanya resiko.
Fr: Tapi waktu aku sampai seberang nanti, aku bisa dengan bangganya bilang, "I made it!"
Fr: ...dan aku bisa berkaca dari pengalamanku, gimana cara terbaik untuk nyeberang, and I can tell the others what to do...
Me: ya kalau ambil resiko pastinya harus, tetapi jika harus mengalami luka yang sama lebih dari 3 kali atau bisa dikatakan belasan, itu menimbulkan tekanan bathin tersendiri
Me: sekarang berserah diri aja
Fr: That's all I can tell you, sweety. Kamu bisa aplikasikan ke dalam hidupmu. Nyeberang itu hal kecil buat orang berpenglihatan, tapi tidak buatku. Tapi aku nggak punya pilihan lain selain mencoba. Karena semakin kamu terluka dan gagal, kamu akan semakin tau gimana caranya mengatasi kegagalan itu.
Fr: Aku sekarang contohnya, alhamdulillah kalau nyeberang sudah OK, karena pakai tongkat dan pasang telinga dulu kalau mau nyeberang...
Fr: Percaya aku
Fr: Kamu tertekan karena kamu nggak pernah mau belajar (mungkin)
Fr: Contohnya, aku akan tertekan dan bilang "aduh, aku ini emang nggak becus nyeberang kali ya? mobil2nya terlalu jahat!"
Fr: The next step is...TECHNIQUE, sweety...TECHNIQUE!
Fr: Teknik yang kamu butuhkan untuk belajar dari kegagalanmu
Fr: Misalnya, pasang harga tinggi buat cowok, or else
Me: mungkin lebih dinyatakan tidak ingin belajar lagi, karena tau sakitnya apa, kalau temen aku bilang aku orang yang suka cari aman
Me: mungkin benar kata mereka...
Fr: Hmmm, so let's look for another way... I can help you...
Fr: Sekarang, maukah kamu jawab?
Fr: Do you prefer safety more than a husband?
Me: dalam hal apa dulu tepatnya
Me: keamanan diri disini banyak jurusannya, sekarang menjurus kemana dulu
Fr: Secara umum saja; pokoknya kamu tak ingin terluka lagi
Me: yup
Fr: Hmmm, well well well well........ *big smile*
Fr: Menarik!
Me: apnya yang menarik
Me: setidaknya aku bukan mencari yang sempurna, tetapi orang yang bisa mengobati semuanya... salah yah
Fr: Yea...! *big smile*
Fr: So, disini jelas bahwa hatimu sebenarnya menghendaki pilihan kedua, dengan luka yang sekecil-kecilnya...
Fr: He will come, do not worry...
Fr: Aku yakin itu
Fr: Menurutku kamu bisa mencobanya sekali lagi, tapi kali ini kamu nggak bisa sendiri. Kamu butuh pendamping (bukan pihak ketiga, bukan pasangan, tapi penasehat) yang bisa berdiskusi setiap saat untuk mengambil keputusan.
Me: itu yang susah
Fr: I see...
Me: kadang orang yang kita jadikan tempat berbagi
Fr: Btw, mungkin ada baiknya sekitar 1 atau 2 bulan kamu tidak memikirkan hal ini
Fr: Kalau perlu off untuk liburan, kalau ada waktu
Fr: Itu bagus sekali lho
Me: belum tentu menjadi tempat yang baik untuk memberi nasehat
Me: aku udah off 1,5 bulan dari kerjaan... coba relax dirumah, malah bikin kepala mau pecah hihihihih
Fr: Jangan di rumah non
Fr: Coba keluar
Fr: Hmmm, maybe it will be nice if we can talk one on one
Me: hemmm... nah itu aku paling sulit kalau komunikasi dengan orang jika sudah bertemu, tidak akan sulit jika gayanya sama denganku, atau ada topik yang mungkin bikin aku banyak bicara, tapi kalau orang yang aku temui gak asik, diam seribu bahasa, kebanyakan begitu...
Fr: Hohohwuoooo!!!!!
Fr: Tanggung perutmu bakal jadi milkshake kalo ketemu aku!
Me: hahahhaha wah im waiting for that time
Fr: Good!
Fr: Btw peswtku balik ke jkt besok sore
Fr: Let's arrange something
Fr: Oh, aku lupa bilang sesuatu ttg kamu
Fr: Terkadang, kamu ingin menjadi seorang "gadis kecil"
Me: kok tau
Me: dan secara tidak sadar menjadi anak kecil
Fr: Your aura tells me everything, honey
Me: padahal belum pernah ketemu
Me: seakan2 kamu itu udah kenal aku dari dulu, hebat
Me: sejelas itukah diriku... berarti aku bukan orang yang misterius yah
Fr: Jelas, karena kamu tertangkap mata batinku dik
Fr: Kan mataku nggak melihat, jadi ini gantinya
Me: haiya...
Me: kalau menurut kk neh, diriku sulit dipahami gak seh, atau aku ini kategori orang yang terlalu perfectionist, kadang ada yang bilang kalau co takut deket sama aku
Me: memang apa yang harus ditakutin?
Fr: Penilaian orang kan beda non
Fr: Tapi aku nggak takut kok?
Fr: Kalo menurutmu, aku ini gimana?
Me: aku gak bisa baca orang, yang aku tangkap, kamu memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki orang kebanyakan, kamu pintar, kreatif dan orangnya mau terus berjuang...
Fr: Makasih...
Fr: ...and one thing, kamu itu sebenarnya romantis lho?
Me: haiya.. romantis karena sering bikin puisi???
Fr: Coba lihat tulisan2/coretan2 yang kamu buat tiap kali kamu terluka?
Me: hehehehhehehehe...
Me: tapi sayang, Tuhan belum memberikan seseorang untuk tempatku menyebrang jalan bersama.. ... jadi romantisnya gak tersalurkan
Me: hahahhahahah
Fr: Tenang non, minta tolong pak polisi mengantarmu ke jembatan penyebrangan, hahahaha!
Me: hahhahaha ada2 aja
Fr: Huehehehehe
Me: hehehehee
Fr: Non, apa yang paling kamu suka? Ayo sebutin, tapi hanya 1 kata aja
Me: puisi
Fr: As I thought...
Fr: I've got one for you...
Fr: Aku tulis dari tadi selama kita chat
Me: apa?
Fr: "Surat Untuk Sang Belahan Jiwa"
Fr: Ini cuma sekedar puisi lho
Me: mau dong liat
Fr: Here goes:
Fr: ;Kepadamu, sang belahan jiwa...

Kutulis surat ini, ketika diriku merasa telah siap dan yakin untuk menyatakan bahwa engkaulah belahan jiwaku... Belahan jiwa, kata-kata indah tanda tautan hati yang mungkin bukanlah pemasti ikatan resmi atau jodoh. Namun, belahan jiwa, yang pernah membuatku merasakan semua rasa, yang pernah membuatku mengikut dirimu punya rasa... Kepadamu, kupersembahkan untaian kelasi tertulus dari lubuk hatiku yang paling dalam...

Ketika Allah menakdirkan kita bertemu, aku tak pernah menduga kalau aku akan merasai banyak bumbu-bumbu hidup darimu. Ada bahagia, derita, bahkan murka dan nista. Semua campur aduk jadi satu, berbaur dengan cerita dan peristiwa yang menjadi huruf-huruf perangkai kata dan kalimat dalam cerita kehidupanku.

Kau buat aku tersenyum, kau buat aku menangis. Kau buat aku gembira, kau buat aku putus asa. Kau buat aku mencintai, kau buat aku membenci. Entah yang mana yang menang, bahkan hingga saat aku menuliskan surat ini. Tapi yang jelas, aku masih dan akan tetap memujamu.

Aku dan hidupku... Mata gaib Allah tentu tahu kalau diriku ini penuh hina dan nista. Mengetahui hal itu, aku bertekad menjadi Aurora bagi semua orang, bercahaya demi siapa yang butuh pencerahan, meskipun diriku harus menahan derita dan siksa tanpa ada yang mengetahuinya. Aurora, laksana malaikat tanpa cacat cela, dipuja dan didamba setiap raga yang menginginkan peluk sandar penopang lemahnya nyawa. Namun, ketika aku bertemu denganmu, semua terkuak...

Aurora, yang tak lain hanyalah simbol kekuatan bagi orang lain, ternyata penuh dengan kegelapan dan kepekatan. Entah mengapa, aku seperti mendapat kekuatan untuk membuka kedok malaikatku di hadapanmu, melepas semua yang ingin kurasa dan ingin kukata. Ketika aku ingin mencinta, tak kuabaikan dirimu sedetik pun meski aku harus meregang satu-satunya nyawa tak bercadang. Ketika aku murka, tak segan pula aku merobek, mengoyak, dan mencabik dirimu, mungkin karena aku ingin menjajal apakah engkau adalah malaikat yang sesungguhnya.

Semua telah kita lewati, dan engkau tetap seperti engkau... Aku malu, kututupi wajah dan sekujur tubuhku yang hitam legam dengan pakaian malaikatku. Namun, aku merasa lega karena akhirnya aku terbebas dari belenggu itu, pakaian malaikat yang laksana sebuah kutuk untuk jiwa yang terhina. Aku, bebas...

Perlahan tapi pasti, aku mulai sembuh dan bersih. Kelembutan dan kasih sayangmu terus membasuh luka dan kesakitanku. Meski terkadang aku harus menahan sakit manakala aku "terpaksa" harus meneguk ramuan obat jiwa yang terasa "mematikan" bagiku, tapi aku tetap bertahan...

Terima kasih kusematkan pada namamu. Kini, aku merasa "lebih baik" dari sebelumnya. Setidaknya, aku dapat menikmati apa yang kupunya sekarang. Aku tak lagi harus berlindung di balik pakaian malaikatku, tapi hidup sebagai manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Meski hal itu harus mengorbankan kita berdua, aku bahagia...

Wahai belahan jiwa, kini aku yakin, kalau engkau memang belahan jiwa yang diturunkan Allah untukku. Aku tak tahu apakah nantinya jalan hidup kita akan bertemu, entahlah... Hanya satu harapku... Seandainya engkau bukanlah jodohku, semoga Allah mempersiapkan hati baru yang jauh lebih kuat untuk menggantikan milikku yang pastinya akan hancur. Namun, apabila aku memang pasangan hidupmu,akan kumohonkan hidup bahagia untukmu dan aku...

-Tinta Peri Merah-
--------------
Fr: So, gimana menurutmu?
Fr: Aku tadi buat selagi aku mendeteksi auramu

Puisi yang Indah, dan diteksimu tadi sangat benar... bahkan terlalu sempurna untuk dinyatakan SEMPURNA... :D Dan memang benar, teman kadang yang bisa mengerti kita lebih utuh

Tuesday, September 26, 2006

Si Ganteng Yang SUper Nakal

Yogo, keponakan aku yang ganteng, kemarin dapet laporan kalau dia melakukan kenakalan lagi, yang bikin ketawa, keponakan aku satu ini kelakuannya sama banget sama aku, alih-alih itu yang menyebabkan kita kadang suka berantem, karena kita sama-sama gak suka kalau diganggu kalau lagi asik sama sesuatu.
Dulu dapat informasi kalau Yogo tiba-tiba saja menggigit "ANU"-nya anak tetangga entah karena apa, ketika ditanya, jawaban anak ganteng ini enteng dan cuma ketawa aja,
"Abis dia nakal, Ate..." Aku paling cuma ketawa doang, karena mau diapain lagi emang anak-anak kalau diomelin, dia ngomelin balik.

Dan kemarin dapat info kalau dia abis mukul anak tetangga dengan kayu dan orang tuanya marah-marah, dan satu cerita yang gak kalah serunya adalah ketika ayahnya menjenguk ke rumahnya di sentul dia main dengan anak tetangganya juga, ternyata nimpuk anak orang dengan batu, walhasil anak itu kena tiga jahitan dikepalanya, dan si Yogo sekali lagi cuma ketawa dan bilang hal yang sama ketika di tanya.
Yogo-yogo makin ganteng tapi makin menjadi nakal, keponakan aku yang akan berumur 4 tahun ini semakin saja bikin orang pusing, kalau lagi pengen main, gak bisa liat orang dulu, kadang main masuk ke kamar ketika aku ganti baju dan bilang,
"Ate..., main bola yuk." kalau aku bilang
"Tar ya, Ate ganti baju dulu." Nih anak bukannya keluar dulu, malah di dalam ngeliatin aku ganti baju sambil loncat-loncatan di spring bed, atau mainan sama Dipsy, setelah selesai harus main bola sampai dia bilang cape atau gak aku tawarin makan es cream, kalau gak gitu bisa seharian main bola dalam kamar.
Ada lagi yang seru, kalau dulu kakak ipar punya motor bebek yang gak ada kompling, pasti narik-narik aku dan ngajak jalan-jalan keliling komplek, dan gak bisa liat kalau misalnya temen aku bawa motor pasti ngerayu,
"Om jalan-jalan yuk." Anak bandel emang tapi lucu banget, anak pinter ini juga udah bisa ngetik-ngetik, main komputer, main game padahal usianya itu masih kecil banget. Makanya dia paling suka kerumah, sekalinya dateng cium aku dulu trus masuk dan cari komputer atau laptop aku dan bilang
"Ate, Yogo mau main bola-bola."
Dan langsung aja pasang mainan kesayangannya itu, dan kalau udah kalah aku pasti ditarik-tarik untuk ulangin permainannya lagi, atau disuruh duduk bareng dia.

Kalau udah waktunya jam tidur pasti dibikin repot sama dia, karena susah banget disuruh tidur, tapi aku mana bisa abis akal, siapin lagu-lagu india kesukaan dia, pasti dia minta kasur, susu dan tiduran dengan teratur, dibiarkan 30 menit anak itu pasti pules, dan Mama selaku neneknya bisa bernafas lega karena gak harus kelimpungan kalau harus anak ganteng satu ini tidur.
Yogo yang makin gemesin, semoga dia gak akan nakal lagi, semoga tambah ganteng dan cepet gede.

Saturday, September 23, 2006

Temen Kamu Sombong? Jauhin Deh... Cari Teman Sejati Dong!!

Sekarang kita bahas tentang orang yang emang dilahirkan menjadi orang sombong, nah gimana kalau kamu berkenalan dengan orang yang seperti ini atau bahkan temenan sama orang model ini, nah gaya orang sombong bisa beda-beda kadang orang yang lagi pedekate sama kamu pun bisa jadi orang sombong ketika udah kenal sama kamu nantinya.
Kalau dibilang bete pasti yah, hanya banyak trik loch kalau kamu merasa gak yakin kalau mereka itu sombong atau mungkin temen baru kamu lagi punya banyak kesibukan, pikiran atau hal-hal tertentu yang menyebabkan mereka mengabaikan kamu, hal paling sederhana coba deh kamu ajak obrol dia, tanya-tanya seputar kegiatan dia, atau ajak dia jalan, kalau jawaban dia di hari pertama ngebetein, anggap aja dia lagi sibuk, jangan JUGDE dia sombong, nah di hari kedua dan ketiga begitu juga baru deh kamu bisa simpulkan bahwa temen baru kamu emang sombong.
Kalau udah gini, ya udah diemin aja temen baru kamu itu, istilah kata pejuang, gugur satu tumbuh seribu, so SMILE BABE... jangan kecil hati, dan positif thinking aja kalau dia sebenarnya akan rugi kalau gak temenan sama kamu, ya sama halnya seperti kamu gagal dalam cinta, uraian ini bisa ditanamkan di otak kamu, bahwa sebenarnya dia rugi kalau gak sama kamu.

Teman sejati masih banyak diluar sana, teman sejati walaupun baru kenalan sama kamu, akan menerima kamu apa adanya, dan temen sejati selalu ada untuk kamu.
Dan kalau punya temen baru yang udah punya tanda-tanda sombong. Jauhin Deh... Orang sombong dia orang yang gak bisa menghargai orang lain, mengangap dirinya paling sempurna, padahal setiap orang memiliki tempatnya masing-masing, memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing, jika kamu merasa kelemahanmu membuat dirimu merasa minder, jauhin deh rasa itu, karena sebenarnya di sudut tertentu di dirimu ada mutiara terpendam yang hanya orang tertentu yang bisa menghargai dengan utuh, dan itulah teman sejatimu.
So Cari Teman Sejati Dong!!, Temen yang sombong, Jauh-jauh deh...!!!

Tren Penggunaan "PERMEN KARET" simbol Pergaulan Bebas?

Tau dong tentang kondom, yang biasa dibilang "Permen Karet" ini, dan aku pernah kecele sama istilah "PERMEN KARET" ini, dikira beneran permen karet, ternyata aih2...
Ok back to pembahasan awal kita tentang tren penggunaan kondom di kalangan mahasiswa dan executive muda, sekarang banyak sekali kalangan mahasiswa dan executive muda yang menggunakan kondom sebagai alat untuk pelindung mereka dalam menghindari akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas yang mereka lakukan.
Kalau yang udah baca tentang artikel aku tentang Jakarta dan gaya kehidupan kaula muda saat ini, artikel kali ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya. dan yang kita bahas sekarang adalah "PERMEN KARET" yang katanya memang memiliki berbagai rasa ini.
Hayo siapa yang udah pernah coba? Menurut aku jangan pernah deh coba-coba untuk menggunakan kondom, kecuali memang digunakan untuk orang yang tepat bagi kamu dan sudah terikat dengan tali pernikahan, apalagi sekarang kondom itu sangat mudah di dapat bahkan ada atm kondom yang sudah tersebar.
Di luar negeri banyak ATM kondom apalagi di tempat-tempat hiburan yang memang jadi sasaran paling tepat untuk memasarkan kondom ini.

Mungkin kalian berfikir aneh, ketika aku mulai membahas tentang kondom ini, aku kenal namanya kondom dari aku SMA ketika guru Biologiku membahas tentang berbagai alat kontrasepsi, tetapi ternyata sewaktu aku semester 1 di Mpu Tantular dulu, ternyata ada beberapa teman-temanku yang sudah familiar dan menggunakan ini.
Dan awalnya aku dikibulin sama teman-teman bahwa bungkusan yang dibawa mereka adalah "PERMEN KARET", dan tololnya aku percaya, sampai minta "PERMEN KARET" itu untuk iseng di kunyah-kunyah, wal hasil aku jadi bahan ketawaan satu kelas.
Binggung? pastinya aku binggung banget, dan ternyata temanku waktu itu memberitahu aku tentang makna "PERMEN KARET" yang mereka bicarakan. Ketika mengetahuinya akupun langsung kaget, kok bisa-bisanya mereka menggunakan itu, padahal status mereka sama layaknya sepertiku dan belum ada satupun dari teman-temanku yang menikah.

Nah ternyata pengguna kondom saat ini semakin besar, dan kehidupan bebas, tinggal bersama merupakan pilihan beberapa kaula muda untuk sekedar hura-hura, jauh dari ikatan pernikahan, lari dari masalah atau mencari surga dunia.
Dari beberapa sumber yang aku dapatkan, beberapa dari teman-temanku, mereka menggunakan kondom untuk menjalankan SEX DENGAN AMAN, tapi mana ada sex aman sebelum menikah, tapi setiap orang memiliki prinsip masing, masing.
Mereka melakukan pergaulan bebas dengan pasangannya dengan tujuan HAVE FUN, Suka sama suka, biar ngetren, gaul dan bisa masuk ke kalangan HIGH CLASS... dan ternyata mereka terkadang tidak hanya melakukannya dengan pasangan mereka saja, dengan alasan tertentu, misalnya pasangannya belum bisa memuaskan mereka, mereka melakukannya dengan teman dan sahabat mereka yang mereka percaya, asalkan saling menutup mulut satu sama lainnya.

Kalau dilirik dari sejarah ide produksi kondom, sebenarnya digunakan sebagai alat kontrasepsi untuk pria sebagai pelindung dan pencegah terjadinya kehamilan sebagai salah satu program pemerintah yaitu Keluarga Berencana atau KB.
Dan dari ulasan para pakar sex dan para pendidik sex di Indonesia membenarkan adanya kecendrungan penggunaan kondom yang semakin banyak di kalangan mahasiswa dan executive muda, dan sebenarnya banyak kalangan yang sangat menyanyangkan keadaan ini, tetapi jaman telah berubah, menuntun semua kaula muda menjadi orang yang selalu mengikuti jalur yang benar, sangatlah sulit, apalagi banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa, kaula muda tidaklah perlu untuk dilarang untuk melakukan sesuatu, tetapi mereka perlu alat untuk mencegah akibat dari apa yang mereka lakukan.
Ironis untuk kalangan yang dikatakan lebih berpendidikan dan memiliki nalar lebih dari orang awam. Tapi memang dunia sudah seperti kembali ke jaman Jahiliyah... dan detik demi detik kehancuran moral adalah salah satu tanda-tanda kiamat semakin dekat.

Nah, kamu sekarang termasuk digolongan mana, executive muda dan mahasiswa yang ngetren atau mengikuti jalur yang benar? Pilihan ada di tangan kamu, setidaknya jangan sampai kamu menyesal ketika semuanya terlambat. "Cari Selamat biar aman di Akhirat!!"

Friday, September 22, 2006

Aku dan Sahabat

Aku dan sahabat, kaya lagunya Audi... ya cocok untuk aku dan Dwie, kita saling mengisi, saling menghargai, pokoknya kita emang klop banget. Thanks banget untuk MAN yang udah nyatuin kita dan sekarang gue bisa kompakan lagi sama dia. :D Senangnya.

Semoga kita akan sahabatan selamanya, dan gue bakal punya keponakan-keponakan yang lucu-lucu dari sahabat aku satu ini. Mudah-mudahan cepet dapat momongan yah. Hihihihihi

Untuk 10 Tahun Cintaku Padamu... Dan Kaupun "BUKAN UNTUKKU"

10 tahun waktu yang panjang untuk sebuah cinta tak berbalas, 10 tahun adalah waktu yang tak pernah buatku lelah untuk menyayangimu dan 10 tahun adalah waktu dimana aku tak akan pernah bisa melupakanmu.
Angka 10 merupakan angka sempurna dan aku menyempurnakannya dengan menanggalkan semua cinta itu di dalam box kenanganku, apakah ini awal dari sebuah perjalanan cintaku yang baru ataukah hanya sebuah keinginan sesaat? Aku tak bisa menjawabnya, walaupun aku masih menginginkan figura wajahmu tetap di hatiku, selamanya.
Tetapi tahun 1996 merupakan tahun yang tak akan pernah kulupakan, tahun dimana aku mengenalmu pertama kali, merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, dan kamulah yang mengajarkan aku caranya mencintai pertama kali, walaupun hatimu pun tertutup untukku, dari 10 tahun lalu, dari saat aku mengungkapkan rasaku, hingga saat ini, dan selamanya.

Dan aku masih mengingat bisuku ketika kau tanyakan mengapa aku mencintaimu, dan ketololanku untuk mencintaimu adalah sebuah kebiasaan yang membuatku merasa utuh, setiap didirimu walau tak pernah aku melihatmu lagi, aku tetap bisa menyayangimu dengan utuh.
Apakah kini saatnya aku lelah untuk setia mencintaimu? dan adakah salah jika aku menutup buku sakral ini?, taukah kau buku ini penuh dengan uraian tangisku mengenangmu, mimpi-mimpiku yang hanya indah untuk segumpal asa yang tak bisa kugenggam.
Adakah aku kini harus mendengarkan mereka?, berhenti mencintaimu dan mencari cinta sejatiku?, ataukah aku harus berpeluh dalam tangisku sendiri, uraian khayal hampa dalam setiap detik kehidupanku.
Sudah 10 kali aku mencari penggantimu, dan aku hanya membuat rangkaian kecewa pada mereka, dan aku lelah untuk berkelana, adakah disana aku menemukanmu kembali ataukah Tuhan berbaik hati mengirimku pengganti dirimu.

Aku akan menanti walau untuk selamanya, aku akan setia untuk menunggu cinta sejatiku, untuk pangeran penunggang kuda putihku yang kucari.
Dan untuk 10 tahun cintaku padamu, aku lengkapkan rasa ini dengan menutupnya selamanya, dan rasa sayang itu masih ada walaupun cinta itu kinipun mulai kujauhkan dari otak kecilku yang tak pernah berhenti memikirkanmu, mengulang dan mengurai detik demi detik kenangan bersamamu, jalan cerita hidupmu yang kulihat dengan sejuta cinta hanya untukmu.
Aku pun mengurainya dalam lirik lagu yang pernah ku urai untuk sebuah lelah yang kini muncul dan menyadarkanku bahwa kaupun "BUKAN UNTUKKU"

Judul : Bukan Untukku
Pecipta : Yovi Widianto
Penyanyi : Rio Febrian

Tak kusesali
cintaku untukmu
meskipun dirimu
tak nyata untukku

Sejak pertama
kau mengisi hari-hariku
Aku tak meragu
Mengapa harus dirimu

Aku tak akan bertahan
Bila tak teryakinkan
sesungguhnya cintaku
memang hanya untukmu

Sungguhku tak menahan
bila jalan suratan
menuliskan dirimu
memang bukan untukku... selamanya

Kadang aku lelah
menantimu..
Pastikan cinta untukku

Dan Kaupun akan menjadi kenangan terindah untukku, karena sejak pertama aku bertemu denganmu, aku menyadari bahwa cinta pada pandangan pertama itu nyata, cinta itu memang indah, dan cinta itu dapat membuatku mendapatkan berjuta rasa yang tak akan kulupakan, dan "KAU TAK AKAN TERGANTI"

Kau Tak Akan Terganti

Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kuduga
Bahwa akhirnya tiada dirimu disisiku

Meski waktu datang
dan berlalu sampai kau tiada bertahan
semua tak akan mampu membuatku
hanya engkaulah yang ada di relungku

hanyalah dirimu
mampu membuatku jatuh dan mencinta
kau bukan hanya sekedar indah
kau tak akan terganti

Untuk pecipta lagu kesukaanku Yovi Widianto yang selalu menciptakan lagu-lagu yang pas dan dapat menguraikan perasaanku... Selamat untuk konsernya yang sukses...

Thursday, September 21, 2006

Kini Naff - Akhirnya Ku Menemukanmu

Nada tunggu gue yang kemarin adalah Hapus Aku-Nidji, dan emang gue lagi suka sama lagunya Naff yang judulnya Akhirnya Ku Menemukanmu, Untuk yang telah mendapatkan soulmatenya pas banget kayanya lagu ini untuk disimak liriknya.
Simple kata-katanya namun dalam dan romantis. Nada tunggu ini akhirnya gue dapet ketika siang tadi gue dapat sms dari xplor kalau nada tunggu Nidji gue telh diperpanjang otomatis,tapi kalau berminat dengan lagu Naff ini gue bisa langsung memintanya ke 1818, tanpa ragu langsung ketik AKM ke 1818 dan langsung gue bisa menikmati nada tunggu baru gue itu.
Ngomong-ngomong tentang liriknya, sedikit gue bisa kasih bocorannya, bagi yang belum tau, ini loch

Naff - Akhirnya Ku Menemukanmu

akhirnya ku menemukanmu
disaat aku mulai merapuh
kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku

dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku
jika nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku

dan bila nanti engkau disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

Segitu aja deh liriknya, menurut kacamata gue seh bagus yah, dari baris satu dan dua sebenarnya ada semacam keraguan dan keputusasaan di dalam pencarian cintanya, namun akhirnya dia berhasil menemukan tambatan hatinya.
Untuk baris ketiga dan keempat itu sebuah harapan yang biasa muncul kalau lo udah yakin sama seseorang, dan menimbulkan keyakinan terhadap seseorang itulah yang paling sulit, ketakutan jika kita akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan adalah ulangan sakit hati yang terjadi kembali.
Nah gue suka banget untuk satu bait berikutnya,

"Dan biarkan diriku, mencintaimu hingga ujung usiaku" Ini pernah gue ucapin juga kesalah satu orang yang pernah gue cinta banget walaupun dia gak pernah bisa mencintai gue, dengan ucapan "Biarkan gue mencintai lo, selamanya." Aduh gue ternyata romantis juga yah, aih2... coba gue bikin lagu, laku gak yah... HALAH...
"Jika nanti kusanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku" ini bagi gue merupakan hal yang paling sulit, karena tidak semua orang bisa menerima kelemahan atau kekurangan pasangannya, walaupun seseungguhnya sebelum lo melangkah kepelaminan,anggaplah lo masih pacaran, itu adalah upaya lo untuk menerima pasangan lo apa adanya.
Menerima apa adanya pasangan itu kadang mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan, bener gak? Mengalah untuk menangpun kadang sulit dilakukan, keegoisan adalah puncak dari segala perpecahan.
Ini menurut kacamata gue aja, kalau lo baca ini lo gak mesti harus ngikutin pendapat gue, setiap manusia punya tanggapan dan pendapatnya sendiri, dan yang pasti menjadi diri sendiri merupakan hal yang paling baik.

Nah untuk 2 baris terakhir, ya mungkin lo tau maknanya, kalau lo cinta sama seseorang, lo akan berkorban untuknya, jika cinta lo mulai memudar, ada letih disana, gue anggap itu bukan cinta, karena cinta itu merupakan perasaan yang paling abadi dan jujur, timbul dari hati lo yang paling dalam, melebihi apapun yang lo bisa takar menurut otak kecil lo, dan bahkan lo gak pernah bisa ngerti karenanya.
Cinta itu bukan untuk dipertanyakan, jika lo mencintai seseorang lo gak akan tau kenapa, jika lo masih bisa menjawabnya gue rasa itu belum dikatakan cinta, karena kalau gue mencintai seseorang, gue gak tau kenapa, walaupun dia punya kekurangan, kelemahan, bagi gue itulah keunikan yang akhirnya menghapuskan kekurangannya itu, karena sebenarnya "Kekurangan seseorang adalah ciri yang unik yang tidak dimiliki siapapun" itu yang biasa gue ucapin ke temen-temen gue yang jatuh cinta dan tidak bisa menerima kelemahan pasangannya.
Yah, lagu itu melambangkan tentang soulmate yang akhirnya datang dan menjadi pengharapan terakhir, semoga suatu saat bukan hanya gue tapi lo semua bisa menemukan soulmate yang bisa membuat lo merasa utuh karena sesungguhnya belahan jiwa adalah pelengkap dari jiwa lo yang kosong. Dan kalau gue ketemu sama soulmate gue, gue nyanyiin lagunya Naff deh.. HALAH....

Wednesday, September 20, 2006

Jakarta dan Dunia mereka yang bebas dan wajah Jakarta setiap Ramadhan

Yang pastinya tinggal di Jakarta mungkin udah tau yah tentang masalah-masalah yang ada di ibukota negara ini, selain terkenal dengan kemacetannya, polusi yang ditimbulkan dan juga kekejaman ibukota ini dalam menjamu tamu-tamunya.
Jakarta dengan raut yang sangat pincang, kamu bisa liat sisi-sisi yang beda, bahkan teramat beda, layaknya hitam dan putih, ada berbagai macam orang di dalamnya, gaya hidup yang mungkin bisa bikin lo pusing dibuatnya.
Gimana gak, gaya kehidupan masyarakat kota sekarang ini bisa dikatakan sudah sangat mengikuti kehidupan barat, ok kalau kita bicara tentang kehidupan barat pasti ada sisi positif dan negatifnya, positifnya mereka hidup teratur dan disiplin, tetapi banyak gaya kehidupan mereka yang jauh dari norma-norma agama yang mayoritas di Indonesia.
Gue punya banyak temen yang ternyata terjerembab dalam kehidupan dan gaya anak kota yang luar biasa bebas, mereka cenderung berfikir untuk tidak memikirkan orang lain, tapi untunglah beberapa temen gue masih care sama temennya sendiri.
Tapi jangan salah temen kadang bisa jadi lawan loh, kalau mereka sampai membuat kita ikutan gaya mereka yang ancur pastinya kita bisa ikut ancur, jadi cari temen di Jakarta itu sulit banget, karena kalau gak pinter-pinter lo pasti di jeruji sama hal-hal yang melanggar norma-norma itu.

Ya emang tergantung orangnya seh, tapi rata-rata orang lebih menghormati temennya dari pada keluarganya, dan inilah yang menyebabkan lingkungan sangat mempengaruhi gaya fikir dan pola kehidupan orang.
Sekarang kalau kita mau cek lebih dalam, apa seh yang gak ada di Jakarta, semua ada, apapun itu dari barang halal sampe yang haram, narkoba misalnya, gue termasuk yang suka survey temen-temen gue yang terkena narkoba, bahkan saudara gue sendiri meninggal karenanya, banyak temen gue masuk RSKO gara-gara barang haram itu.
Gak dipungkiri masalah merupakan pokok dari usaha coba-coba menghapuskannya dengan menggunakan barang-barang yang disebut "SURGA DUNIA" itu, nah sekarang gue udah beberapa hari bolak-balik ke kuningan dan gue liat gaya pekerja yang ada disana, memang beda dengan gaya gue.
Berganti pasangan, tukeran pasangan, atau yang lainnya hingga pesta ORGI pun bisa di dengar dari kalangan pekerja disini. Awalnya gue pikir itu gosip aja, karena ya lo biasa liat orang yang kerja di daerah segi tiga emas, adalah orang-orang yang berinteligent tinggi, pasti mereka bisa membedakan antara yang baik dan benar.

Gue punya temen baru yang memang kerja juga di daerah ini, kita berbagi cerita sekalian gue pengen tau segila apaseh Jakarta, wajah apa dibalik keglamoran dia, gue pengen tahu sisi gelap dari Jakarta, kalau gue liat di TV, denger radio, segila apa Jakarta itu mungkin masih terlalu general, tapi kalau gue bisa sharing sama orang yang emang terjun di dalamnya, gue akan merasa puas banget.
Dan ternyata rumors yang gue denger bener, kecendrungan orang untuk gaya hidup bebas sangat ada disini, baik untuk have fun, untuk pelampiasan aja, atau emang sebagai kebutuhan biologis yang dianggap "SANGAT WAJAR" oleh mereka, gue dengernya aja sampe serem.
Kalau di bilang gue punya temen yang bergaya hidup bebas memang ada, tapi gue termasuk temen paling cuek kalau masalah gituan. Mungkin itu juga faktor dari kehidupan Jakarta yang kena digue, CUEK sama apapun pekerjaan temen-temen gue yang bergaya hidup bebas seperti itu, bukan gak peduli sebenarnya, dan beberapa diantara orang-orang selain gue pun berfikiran hal yang sama, bahwa ketidakpedulian kita kepada merka bukan hal karena kita tak peduli, tapi usaha untuk mendewasakan mereka untuk tahu tentang rasa malu, dan tanggung jawab.
Jakarta menghasilkan satu demi satu generasi yang rusak, tapi ketimpangan antara generasi yang normal, sukses dan rusak sangat nyata disini, bahkan kalangan yang berintelektual tinggipun "MENIKMATI" gaya hidup seperti ini.

Dunia memang udah gila, gue kadang suka jadi tempat curhat temen gue yang suka melakukan hal-hal melenceng dalam hidup mereka, baik yang suka narkoba, maupun hidup bebas, tapi yang pasti sebagai penasehat itu baik, tapi sebagai pelaku gue gak mau... Gue takut sama kemarahan Allah pertama, kekecewaan keluarga gue dan lain sebagainya.
Dan gue bisa liat akibat dari pelaku-pelaku tersebut, kebinggungan mereka ketika masalah akibat perbuatan mereka timbul sampai kerepotan mereka mencoba memecahkannya bersama-sama dengan gue. Untunglah sekarang salah seorang sahabat gue udah gak melakukan gaya hidup bebas lagi, kini dengan ikatan pernikahan resmi membuat gue bisa tersenyum.Gue dulu sering dibilang cerewet kalau temen gue curhat, karena pastinya ada wejangan-wejangan kaya "ORANG TUA" yang bikin mereka sebel.
Tapi itu bukti bahwa gue care sama temen-temen gue, dan gue gak mau Jakarta membuat mereka terbuai dalam mimpi sebentar saja.

Nah sekarang udah mau puasa, dalam hitungan hari kita akan merasakan indahnya Ramadhan, keadaan Ramadhan hanya sekali setahun di rasakan tapi lo tau gak seh kalau feelnya itu kian hambar, lo bisa liat di sekitar lo, masih banyak orang yang gak mau untuk menunaikan ibadah satu ini, dengan alasan tertentu hingga mencoba membuatnya "MAKE SENSE".
Dan kalau sudah mencapai hari raya, seakan bukan hanya hari fitrah tertapi adalah hari pengumuman bahwa "KEBEBASAN KEMBALI DIMULAI" inilah Jakarta yang gue tangkap saat ini, entah seperti apa wajah Jakarta nanti, atau seperti apakah Jakarta di Ramadhan kali ini, dan sesudah Ramadhan usai?
Dan gue gak akan berhenti untuk melirik dunia hitam di Jakarta, kesuksesan demi kesuksesan yang juga menghadirkan pesta-pesta yang melanggar norma, dan seperti apa kamu menanggapi gaya hidup Jakarta, apakah kamu salah satu orang yang mencintai gaya hidup yang sama atau memiliki alur lain yang melenceng dari ini.

Selamat datang Ramadhan... semoga Ramadhan membuat kita menjadi manusia-manusia lebih baik dan bisa membuat Jakarta lebih baik juga.
Gemakan nafas Ramadhan bukan hanya saat Ramadhan tiba, kegembiraan Ramadhan haruslah berirama dengan nafas kita, hari ini, esok dan selamanya...

I Love You Mom

Mama, gak ada dia gak asik banget, bayangin aja selama jam kantor, mikirin gimana nanti pulang, biasanya Mama bukain pintu gerbang sambil senyum dan nanya,
"Kok malem banget pulangnya?" atau
"Kamu udah makan? Mama bikinin makanan kesukaan kamu loh." atau
"Macet yah di jalan, lemes banget?" itu semalem gak ada, WUAAAAA... kangen... untungnya dari pagi si Mama telponin terus.

Semalem pulang dari kantor sampai rumah jam 10 malem, padahal bubar jam setengah tujuh dan itu juga gue sendirian pulangnya, pokoknya stres deh, gimana tar di rumah, kaya apa, padahal seh pernah dulu pas Mama pergi ke Yogya untuk iga hari dan gue fine-fine aja, karena gue emang masih suka diawasin sama Kakak dan kakak ipar yang lumayan over protected.
Tapi karena sekarang rasanya tambah beda, karena Mama itu jadi orang yang paling asik untuk berbagi, curhat, debat kadang berantem kaya temen aja, ya Mama seh memang orangnya mencoba untuk mengerti gue, karena gue termasuk anak yang gak suka banyak omong di keluarga, tapi karena kakak udah nikah, otomatis Mama coba untuk membuat gue terbuka, walaupun kadang banyak hal yang gak semuanya bisa di ungkapkan.
Ya Mama, pengennya sama Mama terus, kalau gak ada aja, kaya semalem udah stress abis, binggung.
Padahal selama perjalanan pulang gue mikirin terus, gak lama kemudian Mama sms
"Ade udah sampai rumah belum? Jangan tidur malem-malem, rumah di kunci semua yah, lampu-lampu juga dimatiin kalau gak perlu, jangan main komputer terus." Aduh senengnya, ya udah gue cuma bales,
"Udah sampe ma, lagi mau makan neh. Besok pulang jam berapa?"
"Sore, makanya jangan pergi kemana-mana besok yah!" Ih si Mama, makanya hari ini gak kerja, sekalian membuat pekerjaan-pekerjaan yang tertunda.

But Always Mama selalu jadi Mama yang luar biasa baik, sebelum ninggalin gue sendirian di rumah, ternyata Mama udah nyiapin makanan kesukaan gue dan buah-buahan kesukaan gue juga, jadi seneng banget pas liat kulkas... trus ngomong sendiri "Ih, Mama.... Baik Banget..."
Eh gak lama kemudian Mama sms lagi, nanyain udah tidur apa belum trus ada wejangan panjang yang biasa di kasih ke gue. Dasar Mama, biasanya ada omelan Mama tiap harinya, tapi emang gue dibilang "ANAK ANEH" paling cume ketawa-ketawa, cengar-cengir sampe Mama males sendiri untuk gak marahin gue lagi.
Ternyata usaha gue itu manjur kalau Mama lagi marah-marah, apalagi kalau gue bilang,
"Dipsy, liat deh, Mama marah-marah mulu" kata gue ke Dipsy boneka kesayangan gue.
"Tar Mama umpetin lagi tuh boneka, baru tau rasa." Ini neh, ancaman paling menakutkan, bagaimana jika tidak ada Dipsy, kesengsaraan datang karena gue gak bisa tidur nantinya kalau gak meluk dia. Itu hal terburuk yang pernah muncul deh.

Tapi satu kalimat untuk Mama selamanya, Ade sayang Mama, I Love You Mom... Me pyar karta Hum Ma... :D Pulang cepet yah... Bawa oleh-oleh yang banyak hihihihihi...

Tuesday, September 19, 2006

Kutukan Nidji Kok manjur yah

Nah kutukan Nidji ini ternyata manjur banget, tadi pagi ada sms dari sahabat gue Yudi yang isinya penyesalan dan minta maaf untuk kesekian kalinya karena kejadian kemarin. Yah seperti biasa gue biasa2 aja, tapi dia malah bilang kalau gue gak mau temenan sama dia, ya hapus aja dia dari daftar list temen gue. Gedebuks... Kok manjur seh??? Eh sekarang malah dia yang minta sendiri.

karena gue pikir dia lagi merasa bersalah banget, ya gue gak bales, moga2 dia bisa berfikir dewasa. Tapi semoga bukan karena kutukan Nidji... :D

Monday, September 18, 2006

Wuaaa... Nabrak Euy!!!

Pengalaman kecelakaan gue di jalan raya pertama kali, HIKS... sakit...!!!! kalau misalnya kecelakaan di motor seh gue pernah cuma itu di daerah rumah gue bukan di jalan raya, jatuh dari motor itu udah biasa, tapi Nabrak pintu mikrolet ini baru luar biasa, ini bermula dari gue yang dianter sobat gue Yudi yang sebelumnya dateng ke rumah gue untuk mengantarkan oleh-oleh dari Bandung. Berhubung gue kuliah siang di setiap dua minggunya tepatnya jam 12.10 sehingga pagi menuju siang dia dateng ke rumah gue sekalian anter gue ke kampus. Maunya gue seh sore aja ke kampus gue dan sekalian pulang bareng karena rumah kita deketan, tapi dia ada acara sorenya sehingga hanya bisa diantar pagi, dan walhasil gue emang harus menghadapai sobat gue yang selalu bawa motor dengan ngebut.

Memang gak seperti kakak ipar gue yang sangat suka ngebut, bayangin aja dari By Pass cawang kampus gue sampe rumah cuma setengah jam, dan itu pengalaman ngebut paling berangin, gimana gak, kayanya badan gue mau terbang semua, Nah balik ke pengalaman gue kemarin, ternyata setelah sampai di daerah kalibata si Yudi hampir nabrak orang, aduh kaget banget... kalau tuh orang ketabrak kan berabe.
Nah gue sempet kepikiran gimana kalau misalnya gue tabrakan, sama mobil, motor, atau beruntun, serem kali yah, terus gue luka parah, atau bisa-bisa sampai gue menghabiskan waktu gue di jalan, kan TRAGIS tuh, aduh pikiran gue waktu itu serem banget deh, terus nyokap gue gimana nantinya, terus gue dan semua keinginan gue gimana, terus yang paling gue seselin nantinya adalah, GUE BELUM KAWIN MAN, wah itu bisa malapetaka. Pokoknya saat itu pikiran gue buruk banget.
Eh gak lama setelah itu, di jalan menuju cawang, kita ambil jalur kiri dekat pengerjaan bus way dan memang jalanan agak macet dan jalan merayap, si Yudi pun udah bawanya perlahan, tapi tiba-tiba BRAK!!! Gue tabrakan...!!!! Wuaaa... Ibu-ibu ternyata buka pintu mikrolet tanpa melihat-lihat lagi, terus nyantai aja lagi ninggalin kita yang jatuh, GAK SOPAN!!!, pastinya Scorpionnya Yudi langsung tertidur di aspal, berikut Yudinya, Alhamdulillah gue gak ikutan jatuh, cuma kaki gue sempet kejepit gitu deh, plus kacamata gue bo... BENGKOK... WUAAAA...
Hidup tanpa kacamata bagaikan hidup tanpa sehari ketemu Mami... Bisa benggong kaya kambing kecolok idungnya, dan Yudi udah berdarah dimana-mana, terus motornya lumayan rusak parah, tapi masih bisa hidup dan anterin gue sampai di tempat.

Tapi yang paling ngeriin, DARAH BOOOO.... gue seh liat darah gue gak masalah, ternyata liat darah orang ngeri juga yah, Ih Serem dan dia bukannya mikirin dirinya, malah mikirin gue, padahal gue fine-fine aja cuma perih di lutut dan pegel di pergelangan kaki.
Dasar Yudi nanya melulu sepanjang Jalan,

"Nof lo baik-baik aja?"
"Gue gak papa lagi."
"Lo gak lemes?"
"Kaget aja."
"Gak usah kuliah kalau lemes."
"Lo kali yang lemes, gue seh fine-fine aja, lo tuh darahnya banyak."
"Lo ikut pulang sama gue yah, ke rumah gue..."
"Ngapain?" Tanya gue penasaran
"Ya diurut, biar gak pegel-pegel, biar baik."
"Gue gak papa kok, lagi pula gue cuma perih doang, sumprit."
"Gak usah kuliah deh, kita urut aja."
"Gue udah gak masuk minggu kemarin, masa sekarang juga seh, gue gak papa, jangan pikirin gue, lo pikirin diri lo dong, lo tuh parah." Sahut gue sambil diperjalanan.

Sesampainya di kampus gue anterin dia ke warung untuk minum dan beli obat, tapi karena gue ada tugas yang mesti di print gue langsung ke rental untuk ngeprint, setelah selesai gue langsung ke kampus sambil ajak Yudi masuk, Tapi dasar SIAL gue ketemu makhluk paling gak ingin gue temuin, satu Sohib gue yang kena kutukan Hapus Akunya Nidji. Sempet liat gue seh, cuma gue langsung pura-pura gak liat dan dia jalan menuju mushola.
Sial-sial, ketemu dia, aduh dua sohib yang kena Kutukan Nidji sekarang ada di satu kampus bareng gue, tapi untung Yudi termasuk sohib yang udah bisa ngerti walaupun sempet kepikiran untuk tinggal di Bandung dan cari kerja disana, selain ingin melupakan masa lalunya, juga gara-gara gue yang udah kesekian kali nolak dia.
Gedebuks, untung ibunya ngelarang dia untuk tinggal disana dan nyuruh balik hari itu juga, makanya dia bisa bawain gue oleh-oleh dari Bandung.

Pas di kelas gue di bilang kaya mayat hidup, muka gue pucet alias putih buanget katanya, ya gue ceritain dan mereka pada kaget, dan akhirnya gue sempet nemenin Yudi sebentar.

"Nof, lo bisa pulang sendiri?" Kata Yudi sambil lihat helmnya.
"Bisa kok, udah biasa. Lo mau pulang yah."
"Iya, gue mau urut neh."
"Iya sekalian lo ke dokter, sori gue gak bisa nemenin lo, soalnya gue ada kuliah neh, dan ini penting."
"Gak papa, lo gak marah kan?"
"Marah kenapa?"
"Ya, gara-gara gue kan jadi kecelakaan gitu."
"Ye.. kebalik, gue yang minta maaf, kan gara-gara nganterin gue jadi begini."
"Gue jadi gak enak sama nyokap lo."
"Udah gak papa."
"Lo kayanya kakinya sakit banget yah."
"Udah gak begitu, lo jangan terlalu khawatirin gue. Gue gak papa, beneran."
"Ya udah gue balik yah."
"ok, gue anterin lo sampe bawah." Gue dan Yudi udah di mulut tangga sampai dia ngomong
"Gak usah, gue bisa sendiri."
"Beneran?"
"Iya..."
"Ok, salam buat nyokap lo."
"Sama, salam juga buat nyokap lo." Dan emang gue lagi males ke bawah karena pasti lewatin kelasnya makhluk satu itu, so gue langsung masuk kelas deh.

Pas nyampe rumah, ternyata si Mama cerita gelas kopi baru kesayangan gue pecah... WUAAAA... dan itu sebelum gue berangkat, kok gue gak denger yah, dan kenapa Mama gak bilang, itu kan pertanda.... Dan kenapa mesti gelas itu... WUAAAA.... aduh hari minggu kemarin hari sial deh....

Ketemu Ranjang lagi

Mama asik banget benerin ventilasi kamar gue, Mama berdiri di atas ranjang gue dan tok-tok memasang penutup ventilasi, dan gue langsung membanting tubuh gue ke ranjang gue dan telungkup dengan bahagia. Berguling-guling, meraih Dipsy, memeluknya dan cuma melihat nyokap yang masih merapihkan pekerjaannya. Tergoda untuk tidur sebenernya, cuma langsung ambil guling dan duduk di ranjang, melihat sekeliling, lucu juga yah kalau malam ini tidur disini, di otak gue ada sebuah rancangan untuk tidur diranjang gue, udah lama banget gue gak pernah tidur di ranjang gue, gue selalu tidur di ruang tamu, tepat di depan TV dengan kasur kecil gue.

Malamnya setelah gue merasakan angin malam di dalam hujan malam itu (* lihat postingan sebelumnya), Deva langsung gue matiin dan hanya menonton TV, lampu ruang tamu sudah mati, tinggal ex teras gue yang sebagian udah dijadiin kamar gue, lampunya menyala dengan terang, langsung aja membawa guling dan bantal gue ke kamar, trus balik lagi karena lupa bawa dipsy dan ipod gue, pasang ipod coba dengerin lagu-lagu koleksi gue di ipod, lalu meluk dipsy.

Tapi gak bisa tidur juga, balik lagi ke ruang tamu, duduk sebentar dan waktu udah nunjukin jam 23.40 dan tiba-tiba hape gue bunyi, temen gue telp dan gue langsung matiin, semua hape gue langsung gue matiin, bukannya mau mengangkat telpnya cuma gue perlu menyendiri, setidaknya gue juga perlu istirahat. Berfikir sebentar dan kemudian kembali ke ranjang, seperti biasa, membanting tubuh dan langsung telungkup berharap cepat terlelap. Tapi kayanya hasilnya sama aja, sampai guling-gulingan, ngobrol sama dipsy kaya orang gila, mainin boneka kesayangan gue itu, tetap aja gak bisa bikin mata gue terlelap, melirik Deva yang sudah tertutup dan nampaknya sudah terlelap terlebih dahulu, ada godaan untuk membawanya ke ranjang dan sedikit memberikan curahan hati di dokumennya, waktu sudah menunjukkan angka satu lebih dan akhirnya gue ambil Deva dan mencoloknya, kemudian memeluk bantal dan kemudian membuka program Word dan langsung mengetik "Pelangi Hati".

Rencananya seh mau bikin cerpen tentang cerita baru yang asal tapi ringan, tapi setelah ke baris 24 gue langsung merubah judul cerita menjadi "Mr. Pink In Love" dan larut begitu saja tulisan-tulisan seiring dengan waktu, seakan barisan adegan demi adegan dengan sempurna berputar dan kemudian balik kembali ketika gue memutuskan untuk merevisi dialog ataupun arahan cerita.
Kenikmatan dalam membuat cerita merupakan hal yang lebih memuaskan hati sebenarnya ketimbang gue harus membuat program, karena gue berekspresi dengan pikiran gue yang tiada batas, dan doktrin-doktrin yang membuat kurungan dalam karya gue, seperti gue yang sekarang senang dalam menulis puisi kembali seakan gue kembali ke diri gue sebelumnya, mencintai seni seutuhnya, entah mungkin ada waktunya aku akan kembali menggambar lagi, ngomik lagi, bikin ilustrasi kembali.

Gue terima kasih banget untuk support dari temen gue yang selalu memberikan masukan tentang puisi gue dan blog gue, dan itu membuat gue yakin ke diri gue bahwa gue sebenarnya bisa untuk berdiri dengan bersandar ke dunia ini, tapi entah kapan hobi ini benar-benar bisa gue seriusin. Pengennya menghasilkan maha karya model JK Roling dan Mama selalu memberi masukan lebih baik gue kosentrasi di dunia nulis kalau gue nantinya udah membina rumah tangga, dan biasanya gue langsung ngeledekin Mama dengan ucapan, "Oh itu gampang Ma, tinggal cari tangganya aja, rumah kan kita udah punya, jadi baru bisa dibilang membina rumah tangga, kira-kira harga tangga berapa? atau sebaiknya Ade bikin sendiri?" Dan seperti biasanya Mama tuh pasti marah dan gue cuma bisa cengar-cengir doang.

Tapi ada kata-kata dia yang bisa bikin gue pun berhenti untuk bercanda, diam seribu bahasa, "Kamu tak akan selamanya sama Mama, ada waktu dimana kamu akan sendiri tanpa Mama, dan Mama gak mau ketika saat itu terjadi, kamu merasa sendirian. Mama kan gak bisa melindungi kamu selamanya." Disitu gue pasti udah mati kutu, dan memainkan buku-buku jari gue, berfikir keras.
Dan bertanya kenapa ada saat dimana orang yang kita cintai akan pergi meninggalkan kita selamanya, tidakkah lebih baik mereka abadi saja, jadi kita bisa habiskan waktu selamanya di dunia tanpa mikirin kematian, tanpa tangisan, tanpa tumpukan kenangan setelah ditinggalkan.
Mungkin gue selalu dibilang "Anak tercuek" oleh nyokap gue, tapi sebenernya gue sayang banget sama nyokap gue, dan gue sebenernya takut banget kalau nanti waktu dimana Mama akan bersama Papa disana, setidaknya gue pernah perih dan gue benci untuk punya masa yang belum terselesaikan, banyak kata yang belum diungkapkan dan banyak pengalaman hidup yang belum gue bagi dengan almarhum Papa.

Mungkin itu juga yang buat gue pun takut bikin cerita yang ujungnya kematian, banyak hal yang masih belum selesai dan kita harus kembali, masih banyak kata yang ingin diurai kesetiap orang dan kita harus kembali. Itu cerita tragis bagi gue dan pasti gue udah nangis duluan padahal ceritanya gue yang bikin, kaya cerpen "Keluhan Dita pada Tuhan" (bisa lihat tiga episodenya di blog cerpen gue) dan "Aku Menantimu di Depan Rumahku" atau favorite gue tentang perjalanan seorang roh di novel "Menatap Mentari" (lihat bagian pertama di blog cerpen gue).
Kematian, kata sederhana dengan sejuta misteri, kenangan dan kepahitan serta deraian air mata.... Hiks... dan gue akan sedikit beri warna ceria di "Mr. Pink In Love" kali ini, karena gue ingin suasana berbunga dan penuh warna.

Friday, September 15, 2006

Hujan kali ini... Buat Jiwa ini Bangkit kembali.

Bau tanah... itu yang gue cium malam ini, bau yang menurut gue sangat jujur setelah di terpa hujan, setelah kering berkepanjangan, Allah-pun mengijinkan hujan turun walaupun hanya sebentar, bunyi mereka menggeretak di genteng rumah, berirama dengan angin malam yang dingin. Nuansa hujan yang udah lama gak dateng, jadinya seneng banget ketika bau tanah itu mencuat dan tercium kembali.

Kadang alam adalah bagian yang terjujur dalam hidup, tau gak kalau alam itu suka bersuara dan berkata hal-hal sejati dalam hidup. Banyak yang bisa diurai dari gesekan pohon, deraian hujan, terpaan angin, ngemerincing ombak dan mereka memiliki nyanyian syahdu, dan nyanyian itu bikin gue seneng dan mereka saling melengkapi. Tapi semua ini bisa kapanpun hilang, seperti tulisan di pasir, kapanpun ombak bisa menghapusnya. Ya gak ada yang sejati kan di dunia ini, tapi malam ini angin malam terasa dingin dan menyusup ke punggung gue dan bikin gue inget semua kejadian dibalik hujan, ketika gue begitu seneng sama bunyinya, sama kucurannya yang bikin deraian air matapun gak akan kelihatan.... terakhir gue menatap jauh ke ujung langit di saat kucuran hujan gerimis, melihat gelapnya malam, dan sepertinya gue melihat pintu-pintu di jiwa gue tertutup, gue mencoba menutup semua upaya gue untuk menjadi seorang pencari dan penggembara, dan desir angin malam itu buat gue sadar gue lelah untuk mencari, lelah mengembara, dan ketika itu pun mata gue berusaha menjambak langit dan berbisik "AKU LELAH TUHAN", dalam hujan pun bisa buat gue begitu jujur.

Dan tau gak seh kalau bukan alam saja yang berujar jujur, dari tatapan anak bayipun mereka mencoba mengurai sesuatu, pertanyaan, ucapan sayang dari gerakannya, gue jadi inget keponakan gue yang cantik Auliyah, kaya apa ya dia sekarang, dulu dia masih merah dan masih tak bisa melihat gue dengan jelas, tapi dia begitu nyaman jika berada dipelukan gue, tidur dan seakan gue ingin milikin dia, seperti halnya yogo dulu, kakaknya yang gemesin waktu masih bayi dan kini bisa bilang "Tante..." untuk panggilan gue, dan suka marahin gue kalau gue pulang malem "Tante pulang....!!!" Anak umur tiga tahun yang lucu dan mereka gak bisa boong, dan gue bersyukur punya dua keponakan yang lucu-lucu dan yang satunya ganteng banget dan satunya cantik banget, gue selalu pengen kalau kakak gue punya anak cewe karena Yogo udah mulai bandel dan kadang ngeselin, ternyata Allah itu Maha Baik dan doa gue di kabulin.

Jadi inget dulu gue sering main ke rumah kakak gue karena waktu itu gue masih nganggur dan ngerawat Yogo, lelah juga, kebayang dong lagi tidur, tiba-tiba dia bangun, nangis karena haus atau kadang karena kebasahan, tapi dia akan diam kalau gue ngerangkulnya dan sebuah keajaiban dimana dulu gue liat sebuah perubahan perbulannya di kakak gue, wajahnya yang semakin lembut, perut yang semakin membesar, yah keajaiban LIVE yang bikin gue sadar kalau Allah itu bisa menyentuh setiap manusia yang diinginkannya dengan uraian keajaiban yang beruntun, dan gue melihat kedua keponakan gue merupakan bagian keajaiban dari Allah untuk gue, aduh jadi kangen banget sama mereka, kangennnn banget... ternyata hujan pun bikin gue sadar inget dengan semua keajaiban itu, entah apa lagi keajaiban yang akan dikirimkan Allah ke gue.

Oh iya, dinginnya masih berasa lo, kayanya pengen banget keluar dan melihat langit lagi, dulu gue seneng banget lihat langit, ketika deretan awan melukis sesuatu di langit, atau ketika gemintang buat malam jadi lebih indah, kini gue jarang liat itu lagi, gak sering mencoba mencari bintang paling terang, menghitungnya dan terbuai dalam waktu untuk menghitungnya.

Dan hujan kali ini... buat jiwa gue ingin bangkit kembali, tak ingin menjadi jiwa yang tertidur lagi, mati lagi, aku ingin jiwa ini bisa lagi menyentuh keajaiban terindah lagi... entah kapan, tetapi setidaknya gue yakinkan diri gue untuk membuka pintu demi pintu gue... dan bernapas dengan lengkap... Setidaknya gue berharap keajaiban ada perubahan untuk figura-figura di kamar hati gue... tempat teristimewa, tersakral gue.... Aih2 ini malem kayanya romantis banget deh.... tapi sayangnya gue sendirian... wuaaaaaaaa..... hehehehehehehehehe....

Kok kalau sama lo aneh ya???

Kemarin pelatihan lagi dan nambah kerjaan lagi dan Abi ternyata kena juga untuk nambah koding hehehehhehhee... ternyata bukan gue aja di... tapi kalau gue bareng pulang sama Abi pasti ada hal-hal lucu, kaya nunggu mobilnya lama banget, sampe akhirnya naik kereta express dan dia salah beli karcis, trus pernah bus yang kita tumpangin mogok memang sebelumnya si Abi sempet bilang

"Wah kayanya ini mobil jalannya gak beres neh." karena jalannya lama banget,
"Iya jalannya lama bener, tapi..." sambil liat supirnya, "supirnya masih muda, ya biasanya supir muda suka ngebut."
"Iya neh."
"Atau dia penganut, biar lambat asal selamat, Bi."
"Mungkin. Tapi ini dari pertama kali kita naik kan, kayanya tuh ngak nyampe-nyampe gitu."
"Atau emang masalah dari mesinnya, bisa aja kan."
"Mungkin." dan ternyata gak lama kemudian mogok deh, dan komentar dia cuma
"Tuh bener kan kata gue."

Nah pas pelatihan hari selasa kemarin, kita berdua pulang bareng, awalnya mau naik mobil, tapi akhirnya kita putusin naik kereta d, dan keretanya lemot banget jalannya, dan lagi-lagi si Abi bilang jangan-jangan mau mogok dan gue gak bisa nyampe depok. dan ternyata keretanya gak mogok, jadi kita sempet ngobrol lama, sampe dia cerita kalau dia suka kebablasan turun kalau naik kereta, dan gue suka ledekin dia,

"Bi... bi... Udah sampe UI tuh." dia pasti nengok dulu ke keluar jendela
"Belum lagi."
"Udah..."
"Gue kan tau..." hehehhehehe ternyata gak gampang ngerjain dia, sampe bentar lagi nyampe di UI gue ajakin ngobrol dan gue bilang,

"Bi mending gue ajakin lo ngobrol terus, biar lo kebablasan turunnya di Pocin."
"Enak aja." dan dia langsung turun deh dia sesampainya di stasiun UI.

Tapi pas hari kamis kemarin... kita dapet kereta yang nunggu giliran jalan karena kereta cuma bisa lewat satu jalur doang, padahal kereta sebelumnya udah mogok dan walhasil jadi penuh ketika sampai di Pasar Minggu.

Wah pokoknya kalau pulang sama dia itu pasti ujung-ujungnya mogok, gak tau kenapa... tapi jadinya lucu banget, mungkin dia juga ngerasain yang sama, cuma karena anaknya alim dan pendiem banget jadi gak ngomong apa-apa ke gue.

Nah waktu kereta berhenti antara pertengahan UI dan UP si Abi ternyata udah turun, karena kelamaan, dan dia emang anaknya gak bisa kuat panas pastinya keringetnya itu udah banyak banget dan sempet gue bilang ke dia,

"Bi, kayanya keringet lo bisa disumbangin ke daerah-daerah kekeringan, kan lumayan tuh bisa menyuburkan."
"Iya apalagi lagi musim kering gini."
"Makanya mending lo berdiri di tengah-tengah sawah, jadi mereka gak usah mikirin pengairan deh." hehehehhehe iseng banget deh gue, dan dia cuma senyum-senyum doang.

Nah pas gue udah sampe stasiun UI setelah lama berhenti gue telp Abi deh, dan ternyata bener dia udah turun dari kereta pas berhenti itu dan sekarang dia sudah ada di angkot, dan nyuruh gue turun. Wah jadi pengen tahu kalau dipelatihan berikutnya kalau kita pulang bareng ada kejadian apalagi ya Bi...??? Hahahahahahaha.. Kayanya mesti gue bahas besok sama dia di tempat ngumpul biasa kita bahas progres dan projek. :D... dan ngomong Kok kalau sama lo aneh ya??? HAHAHAHAHAHA....

Monday, September 11, 2006

Dibalik Cerita Hapus Aku-nya Nidji

Pasti udah pada tau kan tentang lagu Hapus Aku-nya Nidji ini, awalnya gue gak tau pasti lagu ini dan gak tau siapa NIDJI itu, tapi gue baru tau ketika pulang dari upload file ke HUMPUS akhir agustus lalu, ketika sedang di stasiun gambir, gue dapet sms dari CS XPLOR kalau ada nada tunggu Hapus Aku - Nidji, yah karena udah bosen nada dering gue, tanpa pikir panjang sms untuk meminta lagu Nidji jadi nada tunggu untuk xplor gue, gue minta Abi yang waktu itu nemenin gue ke HUMPUS sekaligus dia sebagai parner programmer gue untuk miscall hape gue untuk denger lagu nada tunggu gue kaya apa. Dan ternyata lagu itu pernah gue denger dan gue suka banget. Waktu sebelum nada tunggu Nidji inii gue pake nada tunggu dari soundtrack film korea.

Nah pas gue bolos kuliah statistik (di artikel sebelumnya pernah di jelasin) gue nyanyi lagu itu sama kakak-kakak kelas gue di mobilnya menuju kampus Limau yang di puter sepanjang perjalanan, hanya dipilih beberapa lagunya Nidji saja yang di putar termasuk Hapus Aku ini, lagu ini kini melekat banget di gue untuk dua sahabat gue, karena gue mencoba menghindari mereka, bahkan salah satu diantaranya semua nomornya gue hapus dari hape gue, biar mereka coba untuk menghapus gue dan gue juga mencoba untuk begitu, ketika ada rasa melebihi persahabatan yang gue paling hindari karena gue pernah mencoba untuk meniti jalan lebih dari persahabatan dengan sobat gue dan hasilnya kita saling menghilang tak bicara sama sekali hingga detik ini, dan itu gue gak inginkan untuk dua sobat gue, ya emang ini juga bukan merupakan cara baik untuk gue menghindari mereka, tapi gue pikir inilah yang terbaik, kalau di intip liriknya Hapus Aku-nya Nidji ngena banget dan gue sempet bikin puisi untuk sobat gue ini, kalau yang udah ke PUISI MANIA pasti udah liat puisi ini, kalau yang belum baca d.... begini bunyinya :

Kenapa Sahabat?

Jam itu berdetak lebih kecang
Entah karena hening
atau dingin yang menerjang antara kita
atau mungkin jam itu ingin berteriak kencang?

Entah apa yang buat semua remuk
apa memang harus pecah?
haruskah karena ada rasa lain
diantara persahabatan kita?

Apa itu wajar?
Sahabat lantas kenapa mesti ada rasa lain disana?
Buat kaku, buat dingin... buat... akh
Aku benci suasana ini

Aku merindukan gelak lepas itu
sayang itu... tanpa beban...
sahabat tanpa sebuah tuntutan...
Tanpa....

Es ini kapan mencair?
Kita diam ketika aku beku untuk berujar
Entah apa yang mesti kujawab...
Entah...

Dan kenapa sahabat?
Kau buat jalinan ini usang....?

Yah... puisi ini bener-bener yang gue rasa, dan gue benci perubahan, jika gue harus bersama seseorang nantinya, gue berharap gue bukan bersama sobat gue, tetapi orang yang berbeda yang bisa membuat gue merasa utuh dan di hargai... tempat berbagi selamanya, suka maupun duka, yah bagi gue cinta itu bukan sebuah kata yang terurai untuk membuat hati merasa nyaman, tapi sebuah perasaan dimana dia bisa mengetahui kalau gue mencintai dia, dan juga mencoba memekarkan satu demi satu bunga abadi sampai akhir jaman. Btw gue ngomong apa seh, kaya gue adalah orang yang paling tahu banget tentang cinta hehehehehehe, tapi menunggu soulmate itu kadang suka betein kadang nyenengin juga, kaya mencintai orang yang gak pernah tau kalau kita mencintai dia atau cinta yang bertepuk sebelah tangan itu ada seni yang luar biasa, karena pengalaman itu bisa gue angkat jadi puisi, jadi tulisan, gambaran baru untuk cerita yang gue cipta... :D Tapi sekarang gue kangen juga pengen ngerasain rasa itu lagi, yah gue bisa dikatakan pecinta orang yang selalu gak pernah bisa untuk gue, kalau kata sobat gue, "Orang aneh, selalu cinta sama orang yang gak pernah merasakan hal yang sama." yah kalau gue pacaran gue belum sampe tahap sana, maklum kata cinta itu SAKRAL banget, bagi gue, gue bisa cinta sama orang kalau gue anggap dia adalah orang yang tepat walaupun dia gak ngerasain yang sama. :P..... Wah kaya gimana yah rasa itu lagi, pasti seru...

Si Mama bilang "Cinta akan muncul karena terbiasa, karena sebuah rutinitas dari pupuk rasa sayang setiap hari, akan membuat taraf itu menjadi kenyataan." Aduh Mama emang paling bisa deh buat kata-kata dan kayanya emang bener, dan gue menunggu soulmate gue yang bisa membuat gue membuat taman cinta untuk gue pupuk setiap harinya, dari rasa simpatik, dan sayang yang terus-menerus hingga gue mendapatkan rasa itu... Eh ngomong-ngomong soal soulmate, gue ada puisi tuh untuk itu, ini bunyinya :

Sabarku menantimu

Disini aku menatap bintang
menerka datangnya meteor
dan disini aku menantimu
menerka kedatanganmu
seumur hidupku

Biar hati ini terus beku
untuk yang lain
biar tiada debaran
untuk yang lain

Aku hanya ingin dirimu
tiada yang lain
Aku hanya ingin bersamamu
tiada yang lain

Biar mimpiku melayang bersama angin malam
ku harap ada hari paling indah
untuk kita...
untuk cinta kita...

Jika aku tak dapat mencintai yang lain
apa kamu juga merasakan yang sama?
jika aku tetap menunggumu
apa di sudut sama kamu menatap bintang yang sama?

Aku bersabar untuk kedatanganmu
bersabar untuk rajutan cintaku
dan aku bersabar untuk menjadi belahan jiwamu

(untuk belahan jiwaku yang entah dimana, semoga Tuhan-pun berbaik hati mempertemukan kita, Aku akan selamanya menantimu) Gedebuks, aduh yang soulmate gue jangan ge-er yah... hahahhhahahahha....

Tuesday, September 05, 2006

Jika Hidup Ini Seperti Kinerja Komputer

Sekarang gue merasa semua kegiatan gue adalah layaknya berjalan dalam dunia komputer, yah dalam tidur aja gue sampe mimpiin gue mesti koding apa untuk bikin program, dan kalau gue udah mulai rehat dari si DEVA otak gue lebih muter untuk menciptakan sesuatu, dan parahnya ketika gue ingin mencari barang tertentu yang menghilang, gue pengen punya metode searching layaknya di komputer atau enginenya Google supaya cepet, gak usah otak-atik apapun yang udah kesusun rapi, apalagi kalau gue keilangan lembaran PR kuliah gue, mampus abis, gue bisa ngubek satu jam di kamar gue, berantakin dan pastinya pengen punya metode defrag untuk menyusun kembali.

Kacau abis tapi asik juga kalau emang ada, pastinya lo juga pengen kan? gimana gak, semuanya teroraganisir dengan baik dan jika ingin koneksi dengan orang-orang tinggal berkoneksi lewat internet, cari proyek pun di situ dan cari duit juga lewat komputer, tentunya gue semakin mencintai semua ini. Sampe kepikiran mau ambil M.KOM trus ambil gelar DOKTOR komputer atau sampe Profesor, Semoga kesampean, tapi pastinya kalau gue bilang mau ambil S2 Komputer lagi, si mami bisa mati kutu, pasti omongannya, "Gak puas dengan gelar S. Kom, trus udah mau M.Pd, hah? sampe mau ambil lagi? Emang kamu mau terus-terusan begini aja, gak mau kawin-kawin?" aduh males banget dengernya. Mau seh kawin, tapi kawin apa dulu neh, kaya di curahan gue sebelum-sebelumnya kan definisi kawin ada dua versi KAWIN SURAT apa KAWIN URAT ? hahahahhaha... Nah itu lebih buat si mami naik darah, di bilangnya gue ngeledekin dia. Wal hasil nyokap mencari daya upaya supaya gue bisa deket sama orang, setiap cowo yang main ke rumah, setelah mereka pergi, gue kebagian di interogasi... aduh padahal mereka temen kuliah gue jaman S1 dulu atau kakak kelas gue kalau gak klien gue, aduh mana ada tertarik-tertariknya, gue belum kena si AUCH neh, kemarin emang sempet dag dig dug sama orang (*baca curahan sebelumnya) tapi bukan AUCH... bikin gue super ceroboh, super malu, gak bisa ngomong, kalaupun kepaksa ngomong, pastinya gue terbata-bata, nah itu tuh baru deh namanya gue kena SINDROM CINTA... udah lama gak kena lagi, jadi lupa bagaimana mencintai orang lagi.

Sekarang gue dihujani SMS dari temen gue gara-gara gue marah karena dia manggil-manggil gue CHAYANK di SMS dan telp. Bete banget, gimana gak dia orang yang bukan gue suka, udah berchayank-chayank aduh itu bagi gue kata-kata sakral abis deh, kecuali pacar gue, gue gak mau panggil itu. Kayanya pengen kaya metode di komputer, teken tombol backspace untuk balik lagi ke masa-masa dulu dan membenarkan semua artikel cerita yang salah, metode jalan kehidupan yang aneh. Dan gue pengen dokumentasiin semua nasehat orang dalam satu catatan panjang tentang apapun, hidup, kerjaan sampe pernikahan, biar gue gak usah diingetin lagi.

Sampe gue pulang kampung sehabis 17 agustusan, satu kampung bicarain gue doang, di kira gue mau nikah karena ngunjungi kakek jauh gue, walhasil gue males keluar, abis setelah keluar gue pasti ditanya "Wah, ade kapan neh??", tapi malah mereka yang dateng ke rumah tante gue karena gue cuma di rumah tante gue aja, nonton TV. aduh, gak ke rumah saudara gue di satronin, ke rumah saudara, pertanyaan yang sama, atau sampe-sampe mereka jodoh-jodohin gue sama orang-prang kampung di Padang. Siti Nurbaya di Jaman Komputer, kalau emang gue kena dijodohin, gue bisa kena julukan gitu, dan komputer gue pasti ketawa, dan pastinya mereka akan jarang ketemu gue, karena walaupun gue gila komputer, kalau udah sama YAYANK kan beda hahahahahahhahahaha.... Gedebuks, ngomong-ngomong soal yayank, kapan dapet lagi yah, atau kata Yudi, kapan punya korban berikutnya, di kira mau idul adha... pake ada korban-korbanan, kalau sekarang seh gue pengennya langsung aje, gak usah pacaran, cape euy, tar juga putus lagi, kalau langsung kan kena kerantai tuh gue... hehehhehehehehe....

Satu hal lagi neh, kata saudara-saudara gue, gue beda banget antara pake jilbab dan gak, makanya gue di suruh gak usah pake jilbab karena gue kaya anak SMU baru lulus, karena muka gue dibilang kaya anak kecil plus kelakukan super-super anak kecil, emang bener seh, gue masih suka kaya anak kecil, tapi masa gue dibilang anak baru lulus SMA seh... itu kan JADUL banget.... Aduh dan semenjak disana, gue kesel-kesel gak karuan, karena nyokap gak ijinin gue bawa laptop gue... SEBEL banget... Deva di tinggal di Jakarta kan kasian... gak juga seh, sebenernya gue yang kasian, di rumah tante gue, gue cuma nonton TV doang, coba kalau gue di rumah sendiri, gak ngotak-atik si Deva, gue baca Novel, nonton DVD, nelponin orang-orang yang seneng gue telp. Gue sempet mikir, kalau komputer apapun ada semuanya, multimedia, tools-tools untuk kerja dan apapun yang dibutuhin...

Jika hidup itu bisa seperti kinerja komputer, mungkin lebih menyenangkan yah...

Friday, September 01, 2006

Hari Rabu, Hari pembuka mata

Nah pernah tidur 12 jam gak? Gue pernah dan kejadian pas rabu kemarin setelah pulang dari ujian di kampus Limau, gue tidur di kamar nyokap dan bareng sama nyokap gue tidurnya deh, emang gue sangat-sangat cape, teramat banget, karena gue dua minggu terakhir susah tidur banget bahkan bisa dihitung setiap harinya cuma tidur 2 jam, dan kebayang dong kaya apa, dan parahnya pas hari selasa itu gue gak tidur sama sekali, gue mempersiapkan proposal pengajuan temen-temen gue, yah... dipikiran gue sekarang gue gak mau memikirkan apapun selain kerjaan semuanya kelar dengan baik dan juga kuliah gue. Nyokap aja gak berani bangunin gue, komentarnya pas mau berangkat kerja cuma "kalau mau tidur lagi, di kamar mama aja yah." Yah gimana mama gak bilang gitu, dia jarang liat gue tidur, kecuali kalau udah jam 4 atau jam 3 pagi trus gue bangun lagi jam 5, trus langsung ngerjain kerjaan lagi, atau nonton apapun yang bisa di tonton, beruntung jika gue bisa tidur lagi, tapi biasanya gue tidur-tidur ayam.

Karena ujian hari rabu kemarin ada tiga mata kuliah yang diujikan, maka gue bawa buku yang bisa gue bawa, ASTRONOT atau Perpustakaan berjalan merupakan panggilan gue. Biasanya bawa DEVA tapi pure kemarin cuma bawa buku-buku doang, dan itu berat banget.... sampe gue gak kuat bawanya, Gue disebut perpustakaan berjalan karena gue punya buku apa aja hehehehehhehe... sebenarnya gak juga, gue cuma kepaksa ngoleksi buku-buku mata kuliah, padahal gue suka koleksi buku komputer, komik plus novel-novel Inggris yang berbau magik, cinta sampe hal-hal horor. Yah itulah kenapa nyokap akhirnya nyerah dan beliin gue rak buku, yang sekali di susun rak itu langsung penuh dan masih banyak yang belum dimasukin, dan mama cuma geleng-geleng kepala dan ngomong "ternyata buku kamu banyak banget, de". Nyokap beliin itu biar buku gue gak berantakan dan bisa tanggung jawab nyusun buku-buku, emang gue paling gak suka buku yang ada di sebelah laptop gue tiba-tiba ngilang gara-gara di rapihin nyokap, sekarang hal itu gak kejadian lagi, karena nyokap tau buku-buku itu lagi dipake untuk bahan referensi.

Nah pas bikin proposal gue, ada setumpukkan buku yang bikin nyokap gak mau nengok-nengok lagi d, langsung tidur dan gue asik baca referensi. Wal hasil besok sebagai hari H untuk ujian paling berpotensi dalam kelulusan selain UAS yaitu UKM (uji Kendali Mutu) bikin gue sepet mata, udah dua mata kuliah CLOSE BOOK lagi, bikin sebel banget, tapi pas liat anak-anak asik buka buku, cuek bebek gue buka juga d, maklum gue gak suka teori dan males apalan, kebanyakan jawaban gue cuma mengarang bebas, dan kepake sama teme-temen gue sebagai modal jawaban mereka juga. Dan disitu gue merasa GUE SALAH AMBIL JURUSAN, yah gue tertarik dengan cerita temen gue yang sekarang jadi kakak kelas gue, yang udah duluan kuliah disana, gue kira awalnya enak, tapi pas tau jurusannya bikin gue gak semangat PLUS gak ada pemandangan cowo-cowo yang menarik sekalipun, maklum gue paling muda sendiri, OTOMATIS yang lain itu seumuran hampir kaya mama gue. Yah yang pasti gak bisa cari jodoh disini hahahahhahahaha, tapi sempet gue di gosipin sama temen sekelas gue yang gak beda banget umurnya sama gue, gue cuma cengar-cengir aja, nah pas gue mau pulang dari ujian gue di bilang calon istri orang yang tepatnya kakak kelas gue sendiri. Gedubrak ada-ada aja lagi gosip yang bikin gue gerah. Gue paling cuma cengir-cengir, menghindar deh besok-besok sama kakak kelas gue, siapa juga mau digosipin gak jelas. Begini neh kalau JOMBLO ada aja, kalau keliatan deket sama orang dikit, mulai d dibilang gue pacaran. Wuih basi banget d...

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot