Google
 
Web nofriza.blogspot.com
 
  .:: With So Much Love ::.   >> Its about my little habbit <<  
 
 
 
 
 


>> Name
>> Email
>> URI
>> Msg



Seorang Anak yang lahir dengan segenap cinta beserta tangan Allah yang selalu menyelimutinya dengan selimut cinta-Nya. Seorang anak yang bernama Nofriza Nindiyasari lahir tanggal 8 November 1981, anak paling bungsu di keluarga kecil yang bahagia. Tomboy, jail dan Nakal itu identitas dari sosok Nofri yang tidak bisa lepas hingga sekarang, gadis yang dikenal cuek dan suka ngerjain orang. Selamat berkenalan denganku semoga kalian bisa sedikit tahu tentang gadis tomboy ini dan kehidupannya.


KATA BIJAK


Favorite Links Blogroll Community Isengan Sebelumnya Archives
SPONSOR








Pengunjung Web Saya sejak
28 April 2005



Your browser is :
 

Wednesday, June 22, 2005

GubraksaDotCom

Pernah suatu ketika beberapa sahabatku bertanya,
"Kenapa di beberapa cerpen loe, gue selalu menemukan nama Ruddy disana ?"
Sebenarnya sangat simple, aku suka dengan nama itu dan nama itu mengingatkanku untuk lebih menghargai sebaris kata yang biasa kita panggil "Cinta", dia memberikan sebuah pelajaran yang sangat berharga untukku, lelaki satu-satunya yang pernah memutuskan hubungan kasih denganku, dan lucunya itu menjadi bagian lelucon lagi untukku, yang langsung tertawa pas dapet sms minta putus dari dia, lucu juga..... Tapi ada sebuah sms yang buat aku terpukul saat itu setelah beberapa hari kami putus.

"Orang yang mencintai lo adalah orang yang melakukan hal yang terbaik untuk lo, kalo lo ingin dicintai, cintailah orang lain." Agak kurang paham artinya, kemudian akupun bertanya kepada beberapa teman dan mereka Cuma kasih komentar.

"Dia Cuma minta satu, hargai cinta dia, itu aja… coba mengerti.... Serius dan cinta bukan lelucon atau bagian lawakan yang enak buat bikin lo ngakak !!!" akh entahlah mungkin benar kata Mama.....

"Berhentilah menjadikan cinta sebuah lelucon yang bisa kau nikmati hingga kamu terbahak-bahak ketika kembali ke belakang." Ucapan yang sangat dalam, mungkin melihat sebuah dinamika kehidupan anak bungsunya yang seakan tak pernah serius untuk menjalin hubungan.

"Suatu saat jika waktunya tiba, cinta itu akan membuat mata ade selalu basah dalam suka maupun duka." Aku tersenyum sambil memakan biscuit yang tergeletak di bibir meja teras rumahku. Dengan sengaja berbicara sambil tiduran dengan membuka lembaran-lembaran buku agenda yang hampir seluruh isi belakangnya merupakan puisi yang aku tulis saat senggang.

"Kemaren itu menangis kan?" Mama menatap heran, jadi ingat kejadian hari minggu lalu yang aku menagis karena sudah tak tahan dengan perasaan yang aku pendam selama ini, apalagi dengan frekuensi ketemuan yang agak sering akhir-akhir ini, yang buat kepala bercabang hingga gak jelas harus mengerjakan apa. Memang Cinta susah dimengerti.
Kenapa tuh ?, serius suka sama dia ?"

"Yup, tapi Mama kan udah tahu kan, bertepuk sebelah tangan, dia udah keburu keambil orang. Memang belum sepenuhnya, tapi tiga perematnya dia sudah memantapkan diri dengan cewe itu."

"Mendam perasaan berapa lama ?"

"Kayanya hampir setauh gitu deh Ma, emang kenapa ?"

"Wah putus sama si Ivan kan udah setahun lebih tuh, berarti jaraknya gak jauh dong. Gak kepikiran beritahu dia ?" Aku menggangguk kecil dan kemudian menggeleng keras.

"Gak akh, takut sejarah terulang, lagi pula kayanya dinding Berlinnya susah ditembus, jadi lebih baik bersandar disitu hingga bosan."

"Hem.... sejarah terulang, maksudnya ?" Mama menyiritkan kening.

"Ups...." Sahutku karena keceplosan bicara.

"Hayo, katakan apa yang dimaksud dengan katamu tadi ?!" Mama mengerling penuh tanda Tanya, aku salah tingkah dan garuk-garuk kepala sendiri.

"Hehehehehe.... Ingat foto yang Ade taruh di dalam laci ?"

"Hem.... iya, yang ada cowo sendiri pake baju taekondo yang kamu pernah bilang ke Mama dia waktu itu ikut acara demo...."

"eskul...." Sahutku cepat melihat Mama mencoba mengingat-ingat.

"Iya.... itu, memangnya kenapa ? Kamu suka sama dia ?" Aku menggangguk.

"Sejak kapan ?"

"Pertama kali ketemu waktu penataran P4 pas hari pertama sekolah waktu SMA."

"Hah ? kok Mama gak tahu."

"Yach Mama, semua masalah Ade kan gak semuanya Mama harus tahu, lagian bukan masalah besar dong." Jawabku singkat sambil menggigit spidol hitam yang aku tarus dibelakang telinga sejak tadi.

"Iya juga, trus gimana ? kamu beritahu dia tentang perasaan kamu ?"

"Iya, tapi salah waktunya, aku kirimin dia surat tapi disaat dia suka sama orang lain, jadinya aku ditolak, untung gak nangis waktu itu, dan beberapa minggu kemudian dia juga mengalami nasib yang sama ditolak sama cewe yang disukanya itu." Aku menjawab ringan.

"Wah kualat tuh." Mama kemudian mengembangkan senyumnya.

"Iya mungkin."

"Trus.... Gimana masih suka sama dia ?"

"Iyalah, cinta pertama gitu lo Ma.... Never Ending Bo.... "

"Apaan tuh artinya.... ???"

"Artinya tidak akan pernah mati."

"Oooo.... "

"Trus sama yang ini gimana, berarti tumpang tindih dong perasaannya ?"

"Gak sih Ma, Cuma mungkin kadarnya beda, cinta pertama kaya gimana kan lain paknya, cinta yang sekarang juga lain."

"Kalo cinta yang sekarang.... "

"True love ?? cinta sejati ?? kayanya bisa dibilang gitu, ngejomblo setaunan gitu sebenarnya karena nungguin dia putus sama cewenya." Kekehku tak berdosa.

"Jahat amat kamu."

"Becanda Ma, tapi yach paling kaya cinta Ade sama cinta pertama Ade kali, Cuma jadi penonton di sebuah layar lebar, dan akan meninggalkan gedung saat kita tahu akhirnya, karena akhirnya akan lebih menyakitkan." Aku mulai menulis puisi lagi, mencoba mengorek satu persatu kata demi kata aneh yang akan keluar.

"Hem.... Jadi kamu tahu dong kabar terakhir dengan cinta pertamamu itu, memang siapa namanya ?"

"Iya tahu dong, aku terakhir telp katanya sudah punya pacar di semarang dan dia minta ditugasin di sana untuk lebih memperlancar hubungan mereka, dan mereka niatan serius tuh. Namanya ka nada dibelakang foto."

"Tugas di semarang, memangnya kerja dimana ?"

"Angkatan Udara, dia lulusan Akabri setelah keluar dari Trisakti."

"Ooo.... Letnan dong."

"Iya Letu, alias letnan satu." Aku menerawang menatap langit-langit.

"Pantes kamu ngebet banget pengen jadi Kowat, salah satunya itu pemicunya, karena dia seorang angkatan ?"

"Gak juga sih Ma, kan Mama tahu aku pengen banget jadi Kowat karena waktu itu pacaran sama Ismi.... " Mama kemudian menggeleng-gelengkan kepala. "Jadi ingat Ismi, dia masih di Aceh gak ya.... "

"Masih perhatian kayanya neh ??"

"Ya pastilah, apalagi pas tahu yang kemaren konflik di Aceh itu dia meminta dirinya untuk ditugasin disana, walau udah gak barengan lagi, Cuma dag dig dug juga, apalagi pas tsunami udah gak dapet kabar lagi kan ?"

"Iya juga ya, anaknya baik banget, tapi sekarang masih pengen jadi kowat ?"

"Kalau ada kesempatan kenapa engga ? Letu gitu lo.... mana tau bisa cari tahu tentang Ismi trus bisa barengan lagi" Aku terbahak-bahak sampai terbatuk-batuk "jayus banget gak sih???"

"Yach dia masih suka sama si Ismi. Tapi kalau kamu ikut Kowat pendidikannya kan setahun, berarti gak liat kamu tuh setahun."

"Hehehehe.... takut kangen yach."

"Anak sendiri ya pasti dikangenin, gimana sih kamu De."

"Hehehehehe.... "

"Udah telp X ?" (hehehehe namanya rahasia ya, nanti ketahuan BAHAYA)

"Every day.... tapi ya Cuma obrolan biasa, curhat doang, masalah kehidupan dan seputar kerjaan."

"nanti makin sayang, pusing loh kalau dia nikah nanti."

"Tiap malem aja nangis mulu." Jawabku setengah becanda.

"oh itu air mata yach, Mama kira kamu bikin pulau.... " Mama langsung terkekeh-kekeh kegirangan berhasil menemukan satu sela untuk mengskak aku.

"GubraksaDotCom deh, gak ada tuh di buku sejarah Ade bikin pulau hehehehe.... Yang ada bikin jalan tol." Kami kemudian tertawa, aduh sampai lupa mengerjakan hal-hal yang harus diselesaikan malam ini juga. Memang Mama senang sekali ketika aku datang pukul tujuh tadi malam, karena Mama selalu melihatku ketika berangkat kerja, dan ketika aku pulang aku langsung menggelar kasur di ruangan depan dan siap tidur karena aku selalu pulang malam akhir-akhir ini, karena kesibukkan yang kayanya makin asik untuk digeluti dan sayang untuk tidak diterjuni karena banyak ruang lingkup yang bisa aku rambah dan banyaknya teman yang bisa aku raih.

Mungkin aku akan seperti malam-malam sebelumnya, menyelipkan doa untuk A dan X hem… semoga mereka hidup bahagia, dan untuk beberapa mantanku yang masih suka aku jailin ditelpon atau ngejayusin mereka di depan teman-temannya (maaf ya kalau salah satu dari kalian ada yang baca.... :P). Akh Cuma satu neh mantan yang kalau ditelp langsung aku mati kutu, karena pas denger suaranya GubraksaDotCom ingat waktu seharian sama dia, wah yang rasanya pengen lagi ngerasain suasana paling romantis seumur hidupku, tapi sayang aku terlalu cepat ambil keputusan dan say GoodBye. (kebiasaan buruk yang terulang terus menerus) Alhamdulillah September ini nikah, seperti rencana semula, September 2005 dia akan menikah, tetapi dengan pengantin wanita yang berbeda :D Yach ternyata itulah hidup, manusia boleh berencana, tapi pena dan kertas hanya Allah yang berhak menggoret isi cerita kehidupan kita. Tapi kalau ditanya nikah oleh teman-teman ke aku, pasti jawaban khasku....

"KAPAN-KAPAN" Hahahaha.... kaya gak niat gitu banget gak sih.... Hihihihihihi....

Nikmatnya memang kalau punya banyak temen, kalau banyak pacar apalagi hihihihihihihi.... GubraksaDotCom....

Tuesday, June 21, 2005

Alvatarnya udah tau

Makasih buat mbak Lea karena telah memberikan solusi masalah Alvatar, ternyata... dan ternyata.... begitu ceritanya... Aduh laper euy... makan siang akh... Did you have a lunch yet ????

Hidupkan Kembali....

Hem.... menyenangkan juga hari-hari dengan kesibukan yang bikin kepala mau pecah, dan ini akan berlangsung hingga akhir tahun, tetapi siapa takut ??? Wah kayanya hari ini aku harus pulang cepat gak main lagi ke akademi samali mengurusi MKI dulu, soalnya Mama kayanya mulai cembetat cembetut karena pulang selalu diatas jam 10 :D hehehehehe.... banyak hal yang kudu diselesaikan, sampai-sampai si Tio tidak dipegang-pegang di rumah, Deva juga agak pengertian neh, dia juga udah mulai sensitif kalau digunakan untuk main game, pasti error, dan alhamdulillah kalo untuk aplikasi dan programing dia lancar abis hingga tuntas, walau kecepatannya masih sangat kurang jika dibandingkan Tio. Aduh kangennya sama Tio dengan desktop pink yang indah itu....

Kemaren seneng juga, pagi-pagi di telp sama owo, aduh jadi kangen banget sama manusia satu itu, padahal baru bangun tidur di kostan temen sebelum berangkat kerja. cuma beberapa menit tapi yang pasti asik. Hem.... ternyata kesibukan lagi-lagi buat aku agak lebih error dari biasanya, kemaren jelas-jelas Femmy marah ke aku gara-gara pas nonton Ratu dan Molucas di EX Plaza Indonesia, aku merangkul bahunya.

"Kebiasaan gila lo keluar lagi Nof, gue bisa-bisa disangka lesbong tau gak." Aku cuma nyengir sambil garuk-garuk kepala.
"Segitunye..."
"Liat tempat cing... !!" Sahutnya sambil mengedipkan mata. Bener juga, nanti kalau gak ada orang baru deh kita bermain-main (apaan tuh).

Wah kacau juga neh gue, jangan-jangan ntar gue gak suka batangan lagi, parah tuh merusak future gue.... mikirin owo aja deh.... kapan pulang yah tuh anak ??? Jadi kangen....

Thursday, June 09, 2005

Ada yang Tahu ?? Help Me !!!!

Apakah kamu punya id yahoo messenger ? Apakah foto kamu dishare didalamnya ? ataukah kamu menggunakan alvatar ?. Tapi keanehan terjadi di ym-ku, aku memasang ilustrasiku yang aku telah aku warnai, aku share secara online di ym, tentunya pasti dalam bentuk image, tapi lucunya dari ym itu sendiri mengidentifikasikan bahwa itu adalah sebuah alvatar !! Aneh banget, pertamanya aku kurang menyadarinya, tapi kemudian beberapa teman ada yang menyatakan statement berikut :

"wow bagus alvatarnya. settingnya gimana ?"
"hem.... alvatarnya gimana gitu...."
"Nof alvatarnya kok terbuka banget ya."
"Kenapa gak pake foto kamu aja seh, malah pake alvatar itu. Bagus juga foto kamu Nof !!"

Pas diliat di status, iya bener jadi alvatar, kok bisa gitu ya.... Ada yang tau ??? aku kira waktu itu karena mungkin ilustrasiku itu memang bentuk kartun jadinya dari ym di identifikasikan secara otomatis sebagai alvatar, tetapi ketika waktu itu aku mencoba men-share dengan gambar kartun Dragon Balls... biasa aja. Hem.... YM ERROR YAK ??? Jadi misterius neh, tapi malah seneng deh tetap masang ilustrasi itu di ym, walaupun harus ngejelasin

"Itu bukan alvatar, itukan gambar kartun, ilustrasi gue."
"Masa seh ?"
"Kalo gak percaya otak-atik sistem setting alvatar, apakah menemukan alvatar seperti itu ?"

Dan mereka pun rata-rata juga gak bisa mengerti mengapa bisa seperti itu, aduh ada yang tahu kenapa ??? Pokoknya percaya gak percaya deh, kalo gak percaya juga kunjungi aja gue di nofri_99 trus kalo bisa bantuin coba pecahkan teka-tekinya.

Hem Cerpen

Alhamdulillah... Web cerpenku udah keluar.... abis lucu juga, lumayan deh, agak aneh seh bloggerannya tapi yang pasti iseng bener bikinnya, design ancur abis, cuma ngabisin waktu sebentar banget plus digerecokin moloe sama temen kantor karena mau game terus di pc gue. Tapi seneng deh.... kunjungi ya sekarang, besok, dan besoknya lagi dan lagi... lagi... terus....

http://nofriza-cerpen.blogspot.com

Jangan ragu-ragu berikan saran dan kritiknya. :D

Wednesday, June 08, 2005

Ajang Perjodohan.... Hem Kabuuuuur !!!!!!!!!!

Aduh.... kantor sepi banget neh.... bete juga gak ada pemandangan, ketemu Deva lagi Deva lagi hik2. Tapi gak papa deh. Mana tadi pas lagi asik-asik buka web and chat sama temen-temen... tiba-tiba Ada kelebatan lagi deh dari pintu alias hantu hihihihihihihihihi.... Bisa-bisanya gitu loh. Ayo atuh mah gabung chatingan bareng, Wakakakakakak....

Semalem ngobrol, curhat sama Kak Oudi wah seru banget sampe rumah jam 11.30 malem, dan Mama menyambutku dengan sebuah senyuman.
"Tumben neh, senyum-senyum." Pikirku dalam hati.
Ternyata kita langsung ngobrol bareng, tersirat kebanggaan di wajahnya, wah pokoknya berasa seneng banget karena jarang-jarang kan bisa liat muka orang tua kita terharu dengan apa yang kita lakukan. Banyak hal yang dibicarakan hingga sampe jam 02.00 wah seneng abis, pas bangun-bangun kesiangan deh.

Pagi ini aku membuat lembaran diary baru.... dengan doa baru oleh Mama yang semakin menyokongku, keinginan kerjaku yang kuat di luar negeri seakan mulai dipertimbangkan, aduh Mama boleh dong, jarang-jarang ane ke luar negeri mentok2 Bandung doang (hahahahha... itu mah luar kota yak). Mungkin melihat akupun tak mungkin meninggalkannya. Tapi suntuk juga euy minggu ini ada acara keluarga berarti ada acara PERJODOHAN waks.... kabur akh, untung sama Mama lagi dipikirin ideku pergi ke puncak sama temen-temenku. kalau tidak diijinkan juga, berarti tinggal dirumah atau ke tempat kerjaan baru bantu-bantu ngurusin pameran komik, hihihihihihi.... udah kangen dengan anak-anak komik yang mukanya udah kaya kartun abis :)

"De... ikut acara kumpul-kumpul di Tebet."
"Ada apaan ?"
"Biasa ada yang dateng dari Padang."
"Trus.... ?"
"Ya kita ke sana silahturahmi."
"asal gak ada embel-embel aja."
"Apa, embel-embel?"
"Iya, biasa tuh ajang perjodohan, jaman siti nurbaye diulang lagi."
"Adat, tapi kalo gak mau juga gak pa-pa. Tapi tadi Ujang bilang nanti kamu Ratu disana, ada orang mau dikenalin ke kamu."
"Moh..."
"Ya kalo gak mau gak apa-apa, lagi pula kan tinggal bilang kalo gak mau, iya kan ?"
"Iya seh.... tapi males akh. Kabur aja, gak ikutan." Aku langsung sewot
"Ya main aja sama anak-anak Ujang, dikamarnya seharian."
"Pergi aja akh"
"Terserah kamu deh, Mama cuma sampein berita."

Hahahaha... jaman udah komputerisasi gini masih adat gitu, tapi perlu dipertimbangkan mana tau ganteng (Wakakakakakak... bacanda) udah akh mau lanjutin kerja..... Met me again soon

Tuesday, June 07, 2005

Mama... Maafkan Aku....

Aku mulai belajar untuk tertawa hari ini, bukan karena aku dulu tak bisa tertawa, mungkin tawaku yang lalu merupakan sebuah kegalauan dan ketidakdewasaan dalam menyingkapi sesuatu.
Apakah yang aku cari, itu pun aku masih terus mencari, apa yang ingin aku gapai, aku masih terus mencoba mengulurkan tangan untuk meraih yang aku inginkan. Wahai mentari terima kasih hari ini terikmu begitu menyejukkanku, menemani tawa indahku, kedewasaanku dan ketidakpedulianku. Aku yang memiliki sikap paling egois, paling tak mau di dikte kini aku ingin tetap seperti itu. Aku ingin seperti layaknya aku. Jika aku ingin terbang, masih ingin terus berkelana apakah itu salah ?

Hampa itu datang lagi, tapi aku mendapatkan siraman sebuah air kesejukan dari seorang ibu yang ketika aku bicara dengannya, semua masalah seakan terpecahkan. Semua kekecewaan, kegalauan yang aku punya beliau seakan menyingkap tirai yang menutupi semua pandanganku untuk bisa terus menjalani hidup. Kala air mataku menjadi teman sejatiku, kini beliau menjadi sahabat terindahku, memposisikan dirinya sebagai manusia seusiaku, menyingkapi semua dengan kacamata manusia seumurku.

Mama yang seakan tiada penat untuk terus mengulurkan tangan ketika aku terjatuh dan tanpa henti memberikan aku senyum kala aku murung dalam kegilaan yang aku buat sendiri, yang selalu memberi doa dengan tangisannya untuk memberi taman yang selalu subur untuk terusan jalanku. Andai aku bisa membalas itu semua, terkadang aku bahkan seakan tak mau mengerti atau bahkan tidak mau tahu, aku menurutkan emosiku yang akhirnya aku pun kembali kepelukan Mama untuk menangis. Bukan ke seseorang yang mungkin menjadi pangeran hidupku.

Mama maafkan aku buat satu goresan lagi dihatimu, kala pilihanku menjadi pertanyaanmu......
Mama.... kenapa aku selalu salah ketika aku mulai berjalan
Mama.... jangan menyesali jalanku
Mama.... biar aku terus merenung
Mama.... jangan benci aku kala aku membuat kecewa kepercayaanmu

Monday, June 06, 2005

Januari ---- Glenn Fredly

Aku saat ini mendengarkan lagu "Januari" Glenn Fredly..... ada kenangan di lagu ini ketika tenar di bulan-bulan April 2004, aku sangat menyukai liriknya. bersamaan dengan lagu "Harus sampai disini" Kia AFI dan "Maafkan" Rio Febrian menjadi lagu andalanku waktu itu. Ketika itu aku selalu menyanyikan lagu "Januari" dan "harus sampai disini" karena ketika aku bersama MA waktu itu, dimana pun kami pergi pasti salah satu lagu itu diputarkan dan akhirnya menjadi guyonan lepas kami.

"Kamu seneng banget seh nyanyiin lagu itu, de..." Kata MA sambil menatapku dengan tatapan sejuk.
"Bagus lagi liriknya, aku seneng banget...."
"Berakhir di Januari.... Hem... salah tuh, bulan januari kan udah lewat lagi...."
"Iya ya.... harusnya Berakhir dibulan April." Kataku sambil tertawa.
"Hush.... nanti betulan loh... kalau kamu ngomong gitu nantinya jadi kenyataan."
"Ups..... sori !!"
"Kamu juga suka nyanyiin lagunya Kia, ngeri-ngeri aku."
"Gak ada maksud lagi. Itu kan cuma lagu." Aku kemudian termenung beberapa saat "tapi kalau dipikir-pikir kok kalau kita ke tempat umum pasti salah satu lagu itu diputar, seperti waktu di ragunan lagunya Kia yang terus-terusan diputer, lah disini lagunya Glenn yang direwind kaya gak ada lagu laen aja." Tawaku geli.
"Kamu tuh.... serius dikit kenapa seh de..."
"Eh.... iya iya."

Tapi siapa sangka apa yang kami bicarakan jadi kenyataan, memang cinta kami berakhir di bulan April. Walaupun begitu aku masih menyukai lagu itu hingga saat ini, dan lagu Rio aku kirimkan melalui sms kepadanya waktu kami beberapa minggu putus. Ya.... sebenarnya yang memutuskan hubungan itu sebenarnya adalah aku, aku memang tidak suka dengan hubungan yang gantung, gak jelas arahnya kemana, gak tunggu besok aku langsung mengatakan lebih baik TIDAK untuk hubungan itu ketika dia ragu atas semua perasaanku dan lebih mempercayai orang lain. Seakan lagu itu awalnya sudah memberikan sebuah isyarat di awal jalan cinta kami.

Udah setahun berlalu dan liriknya masih mengena di otakku... dalam penuh makna dan penyampaiannya yang sangat menyentuh jiwa. Wah Glenn Memang TOP !!!

Sahabat Sejatiku...... terima Kasih

Aku senang sekali memiliki sahabat karib seperti Yudi, walaupun kadang kita suka adu argumen dan ujung-ujungnya marahan tapi beberapa menit kemudian kita ketawa lepas. Dia sosok teman baik bagiku, kalau melihat dari sejarahnya mengapa kami bisa menjadi sahabat itu karena aku berpacaran dengan sahabatnya yang juga dulunya teman sekelasku waktu kami sama-sama di UMT. Kami sebenarnya sama-sama satu kelas, kami mulai sering bicara sebenarnya ketika aku masih belum berpacaran dengan BHS dan kemudian akhirnya yudi dan kedua sahabatnya pindah malam ketika sudah memasuki semester lima.

Ketika aku putus dengan AK sahabatnya itu, orang pertama yang memarahiku adalah Yudi, dia menyalahkan aku ketika tahu kami sudah putus. Akupun cuma bisa kasih argumen yang bikin dia malah tambah marah.

"Yang minta putus kan dia, so salahin dia dong."
"Dasar gak berperasaan...."
"Ih siapa juga.... dia aja yang sensitif banget, kaya gak tau gue aja, percuma kenal hampir empat tahun gak bisa baca karakter gue."
"Lo tuh becanda keliatan serius, serius keliatan becanda, ngerti gak. Suka-suka lo deh."
"Ya udah, marah-marah mulu."
"Gimana gak marah, gue tau banget dia tuh berubah abis ketika pacaran sama lo, frekuensi dia untuk sama-sama kita udah jarang dan dia itu mengganggap lo tuh kaya puteri tercintanya tau gak seh....!!!! tapinya lo malah ngerjain dia. Gak bisa apa lo kewanitaan dikit, punya otak rada bener dikit. Waras dikitlah Nof"
"Hehehehhehehehe..."
"ye dia ketawa.... mikir dong Nof, sampai kapan lo bisa untuk menghargai sebuah rasa cinta."
"Wah belum tahu deh, yang pasti suatu saat ada orang yang bisa buat gue berubah. Ya gak ?"
"Iya kali !!" Sahutnya sewot.

Sifat manja, egoistis, pembangkang, cengeng dan gak suka perubahan melekat di diriku untuk masalah percintaan, dan Yudi-pun akhirnya bisa memahami itu semua setelah sekian lama kita saling bicara lewat curhat-curhat kita di telpon. Seiring dengan waktu perasaannya berubah kepadaku, memiliki taraf yang lebih tinggi dan aku tetap menempatkannya dalam kotak besi PERSAHABATAN dan tidak akan bisa aku keluarkan untuk posisi yang lebih dari itu, dan aku suka mengingatkannya karena kami pada saat itu telah masing-masing memiliki pasangan.

Tapi hari minggu kemarin ia menjadikan dirinya seorang sahabat sejati yang paling aku syukuri karena dia menempatkan dirinya sebagai pendengar setia untuk semua keluhanku, semua kecemasanku. Biasanya kami saling maki, suka saling mencaci, bentak-bentak ditelp jika salah satu dari kami salah dan mengeluarkan statement kata akhir "KASIAN DEH LO !!!"

Kalimat itu kemarin sama sekali tak meluncur dari bibirnya, dengan sabar dia mendengarkan cerita gue tanpa bosan, padahal aku menelponnya ketika pagi, siang dan malam hari dan itupun setiap kali telp pasti durasi satu jam lebih. Dia beri aku support yang paling bisa membuat gue merasa bukan berada dipadang gersang sendirian, dia berikan nasehat seakan memberi sebuah senter untuk jalan remang-remang yang kini ada dihadapanku.

"Lo berhak untuk bahagia, berhak menentukan jalan lo sendiri, berhak untuk mencintai dan dicintai. Lo pantas memilih apa yang baik untuk lo.... tanpa harus menjadi sebuah patung yang mengikuti aturan main orang lain. Yang menentukan jalan hidup kita adalah kita sendiri. Begitu juga dengan cinta, dengan pemahaman dan saling mengerti itu kunci kelanggengan. Lo sahabat gue dan gue pengen lo punya sisi bahagia yang bisa lo bagi ke gue."
"Thanks Yud...."

Thanks untuk jadi sahabatku Yud.... kamu adalah sahabat yang paling bisa mencipta sebuah harapan disaat semua harapan itu seakan semu. Semoga jalan hidupmu selalu beraura dengan rasa cinta yang selalu kau bagikan untuk orang-orang disekitarmu.
Dan semoga hari ini interview dan testnya lancar ya.... jadi kamu bisa memiliki pekerjaan tetap, dan memutuskan untuk mengakhiri perjalanan cintamu ke jenjang paling suci yaitu pernikahan yang selalu kau impikan bersama kekasihmu. (semoga ce lo gak cemburuan lagi sama gue... hihihihihihi)

Kumpulan ungkapan-ungkapan manis dari semua orang yang ada disekitarku

"Cinta tidak diukur dari frekuensi pertemuan, diukur dari kadar bicara tapi sebuah pemahaman untuk saling mengisi" --- Iriani, 1998

"Mengerti dan cobalah pahami orang yang mencintai lo. Karena lo akan tahu seberapa besar cinta itu untuk lo" --- BHS, 2003 (ex boyfriend)

"Orang yang mencintai lo adalah orang yang melakukan hal yang terbaik untuk lo, jika ingin dicintai, cintailah orang lain." --- AK, 2003 (ex boyfriend)

"Mencintai itu sulit, cinta itu datang seiring waktu, mungkin ketika hari ini aku sayang sama kamu, besok aku akan mengatakan hal yang sama. Tapi waktu buat perubahan yang membuat aku mencintaimu seutuhnya tanpa mempertanyakan kekuranganmu." --- MA, 2004 (ex boyfriend)

"Cinta itu samudera..... Dalam tak tergapai...." --- IS, 2004 (ex boyfriend)

"Cinta adalah sebuah dilema, beri warna dan duka, beri cita juga derita, kearah mana akan lo pilih.... itu tergantung kemana niat lo untuk berjalan." --- Angga (wejangan mimpi Oktober 2004)

"Bersabarlah dalam menjalani kehidupanmu. Papa akan selalu bersamamu." --- Papa tercinta (wejangan mimpi Desember 2004.... Missing U Papa)

"Carilah seorang pangeran dengan membawa buket mawar pengertian, salam persahabatan, kasih sayang tanpa batas, memperlakukanmu sebagai puteri untuk menjadi ratu disinggasana hatinya." --- Para Sahabat, 2005

"Cinta..... tak terungkap dengan kata, tak terjamah oleh nalar, tak terukur oleh bilangan angka, hanya sebuah gambar yang seakan mudah diraih dalam kegelapan jiwa tapi sebenarnya perlu kemuliaan hati untuk meraihnya...." --- Nofriza (When I knew about Love)

"Cinta tak harus memiliki, kurelakan bila cinta itu harus pergi. Cinta mungkin tak'kan datang lagi, bila datang... kan Ku jalani." --- Ardi, 2005

Wahyu kemana saja

Inget wahyu, temen maya yang seakan selamanya akan menjadi maya, sudah dua tahun kita komunikasi lewat email, sms dan telp tapi gak pernah ketemu sosok wahyu itu.... sahabat maya yang selalu menjadi tempat curahan dan becandaanku. Dia hari ini membanjiri aku dengan email-emailnya setelah pulang dari malaysia. Aku akan menelponnya hingga puas. menagis janji dan oleh2

Selamat Ulang Tahun Owo......

Sabtu, 4 Juni 2005 merupakan hari membahagiakan untuk owo karena usianya kini beranjak ke 24 tahun, sebenarnya aku ingin menghubunginya ketika dentang waktu pukul 00:00 WIB pada hari itu, mengingat dia tidak pernah mengaktifkan nomornya itu semenjak banyak kejadian diantara kami, semenjak kita coba saling melupakan. Kalaupun aku membutuhkan sesuatu kepadanya mungkin aku akan chat atau bahkan telp ke kantornya di Jogjakarta. Saat aku pulang dari kampus aku merasa kehampaan itu kembali menerjang. Aku pun kemudian teringat bahwa aku belum mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, dengan baca Bismillah ternyata nyambung dan diangkat disana.

"Halo....owo ?"
"Iya..."
"Met ulang tahun ya, semoga panjang umur."
"Thanks..."
"Tumben to hp kamu nyala wo, biasanya mati."
"Sengaja, aku nunggu nunggu telp dari kamu..."
"Oh gitu ya...."
"Ciumnya mana?"
"Ngaco..."
"Kenapa gak mau ??? apa malu ???"

Kami pun tertawa, kami pun membicarakan dari soal pekerjaan, anjing kesayangannya yang lagi sakit, Lady nama anjingnya yang sakit. Diapun kembali menanyakan kapan aku akan mengunjungi ia di Jogja, sebenarnya aku ingin sekali kesana, sekalian refreshing, tapi banyak hal yang membuat aku kadang ragu untuk kesana.

"Kamu aja yang kesini to wo...."
"Aku ndak bisa cinta, lagi buat cakra visual, seperti yang aku bilang kemarin. Kamu aja ya.... nanti kamu nginep di rumah temenku."
"Kita liat aja nanti."
"Kangen loh sama kamu."
"Iya tahu, nanti aku usahain"

Sebenarnya tenang banget ketika denger suaranya diseberang sana. Suaranya yang khas lembut ala jogja itu suka membuat aku seperti seorang yang sangat diperhatikan. Kadang ketika aku sakit dia selalu membuat aku merasa diperhatikan, mungkin rasa sayang yang timbul ketika pertama kali kami bertemu dari sebuah rasa suka akhirnya menjadi rasa sayang hingga kini. Ternyata kebersamaan kami yang karena sama-sama jomblo waktu itu masing-masing mencoba saling mengisi, saling care, perhatian lewat telp. sms, chat maupun email. Padahal kami hanya sekali saja bertemu dan itu pun kami tidak melakukan pertemuan-pertemuan lain karena ia tiba-tiba harus kerja di Jogja. Dia memang sosok cowo yang keliatannya kalau punya cewe bakalan care abis atau bahkan melindunginya selama cewe itu bersamanya. Itu terlihat dari gerak-geriknya waktu bersamaku pulang naik kereta dari rumah sahabat kami di Tebet. Tiba-tiba ia pun turun bersamaku di stasiun Depok Baru padahal rumahnya berada di Bogor. Kami pun banyak ngobrol selama perjalanan, bercanda, saling membuka hati bicara dari hati ke hati. Entah kapan waktu membuat kami saling menyayangi, mungkin karena kami sama-sama trauma waktu itu, tapi aku memiliki traumatik yang melebihi dari dirinya, ketakutan yang membuat aku ngeri untuk memulai. Ia pun takut untuk mencoba karena dia selalu bilang...

"Aku tuh sayang kamu Nof, tapi aku takut kamu tuh cuma mempermainkan aku aja."
"Kata siapa ?"
"Kataku barusan :D"
"kok bisa"
"kamu tuh orangnya gak bisa serius, aku takut.... aku ingin mulai sebuah hal yang serius sama kamu."
"Yang bener ?"
"Tapi kalaupun kita jadian pastinya kita gak akan bisa, perbedaan besar diantara kita. Prinsip...."
"Ya... Agama kita berbeda wo, aku gak mungkin mengikuti kamu begitu pula dengan kamu kan."
"Yup. Sek-sek lupain yo... yang pasti aku sayang kamu."

Hasil chating waktu itu ketika owo coba jujur sama aku. Yang paling membuatku merasa nyaman adalah ketika aku membutuhkan sebuah sandaran, dia menyediakan tembok untuk aku merebahkan kepenatanku. Aku mulai menghindarinya ketika tahu ia mencoba memulai hubungan dengan salah seorang wanita di Jogja, aku bahagia mendengarnya, dan akupun dengan jujur mendoakannya, tetapi sikap dia berbeda, dia malah seakan memusuhiku dengan meminta untuk mengignore id masing-masig di ym, padahal akupun akan tahu porsiku ketika nanti akan berbicara dengannya di ym nanti.

"kamu jahat wo..." itu kata-kataku yang aku curahkan ke dia, dan kemudian akhirnya itu tak berlangsung lama, kemudian ia pun tahu sebenarnya siapa yang aku suka dan kedekatanku dengan salah satu temanku. Tapi ketakutan itu masih ada, ketika aku mulai mencoba buka diri ternyata sebuah maslah terjadi kepada kami dan ketika aku sedang sedih dia pm aku di ym.

"cinta... lagi apa ?"
"lagi pusing...."
"pulang aja istirahat kalau pusing ya."
"aku sebenernya lagi sedih wo."
"sedih kenapa ?"
"beneran nangis neh"
"Nangis kenapa ? kamu kenapa ?"
"gak tau deh wo pokoknya sedih banget."
"nof, kamu pulang gih."
"iya, ini bentar lagi pulang."
"masih nangis....???"
"masih..."
"cengeng !!!"
"biarin."
"Nof boleh jujur ?"
"yup."
"tapi aku takut kamu marah ke aku."
"gak ko."
"nggak jadi d"
"ih kok gitu, ngomong aja."
"Janji gak akan marah"
"iya, tapi cepetan aku udah gak tahan... pusing banget."
"Iya... iya.... tapi sumpah gerogi neh."
"ya udah mo ngomong apa?"
"Janji jangan marah dan ketawain aku... dan aku minta jawabannya hari ini gak ada besok-besok?"
"Gak... buruan atuh...."
"hem...."
"kelamaan neh."
"aku cuma mau bilang aku sayang sama kamu, mau gak kamu jadi cewe aku ?" Disaat dia sedang membutuhkan jawaban aku yang udah gak keburu memberi jawaban karena kepalaku udah mau pecah, mungkin dari masalah aku dan ditambah aku yang nangis sehingga porsi otakku untuk bekerja semakin dipaksakan. Aku berfikir dirumah apakah itu sebuah pernyataan jujur dari seorang owo yang dulu selalu takut untuk mencintaiku.
Permainan takdir diantara kami, diciptakan dengan perbedaan mendasar yang tak akan pernah bisa disatukan.

"kawin lari yuk."
"gak mau akh... cape."
"serius atuh cinta."
"lah emang mau kawin apa nikah."
"dua-duanya"
"berani apa"
"siapa takut"
Tapi aku takut Wo... sangat.... pikirku dalam hati waktu itu.... Hah.... sekarang waktu telah membuat jarak kami semakin jauh.... dari jarak tempuh, agama dan kini aku yang sudah memiliki seseorang... entah ia merasa seperti itu apa tidak karena aku merasakan perubahan dikala aku menyukai sebuah kontinuitas sebuah perasaan dan prilaku yang tidak berubah.

Hari ini pun aku ingin bercerita denganmu lagi wo.... bercanda menyisihkan waktu untuk membuat kebersamaan. Jalan kita memang sebuah jalan persahabatan yang dimana kamu akan selalu ada untukku seperti aku akan selalu ada untukmu kala kamu membutuhkan aku,

Selamat ulang tahun Owo. Semoga Tuhan memberkati Kamu selalu.....

 
 
 
 
  Copyright Nofriza @2005 Powered By : Blogspot